Tujuh hari berlalu dengan segala hal yang hanya diawasi oleh mata jeli sang ratu kerajaan Langit. "Akhirnya persiapan untuk ke makam raja terdahulu dan doa ke kuil leluhur sudah selesai. Hari ini pasti akan banyak hal yang mengejutkan. Jangan sampai kalian sendiri yang terkejut. Hehehe," seringai licik sang Ratu. "Lapor Yang Mulia, Jenderal Lie Hyun dan putranya ingin bertemu Yang Mulia," lapor salah satu pelayan penjaga pintu depan paviliun Mawar Phoniex. "Oh, Papa dan kakak sudah datang. Cepat ajak mereka masuk," pekik kegirangan Li Jing. Derap sepatu terdengar gagah berani memasuki Paviliun Mawar Phoniex. Para pelayan perempuan langsung terpesona melihat langkah tegap sang Putra Jenderal, Lie Kwang— Kakak Sulung Ratu Li Jing. "Papa, kakak," teriak Li Jing yang langsung berlari ke arah papanya dan kakaknya. "Pelan-pelan! Yang Mulia Ratu, jangan sampai jatuh!" teriak Lie Kwang yang sudah sigap menerima tubuh Li Jing yang terhuyung dan hampir jatuh karena jubah panjangnya. "Adi
Read more