Li Jing langsung bergegas meninggalkan Raja Wang Ming. Nafasnya memburu, keringat dinginnya keluar begitu saja setelah dia sudah dekat dengan kediaman miliknya. "Hah, hampir saja,hampir saja. Hufffff! Dasar Raja Labil! sebentar marah, sebentar sayang, sebentar benci sebentar perhatian sebentar manja sebentar gilaaaaa!" maki Li Jing dalam hatinya. Tangannya yang putih mulus bak susu, mengipas-kipas dirinya yang sudah kepanasan. "Kau kira, aku akan luluh dengan sandiwara mu itu? Cih! Jika aku masih di kehidupan lalu aku pasti akan berbunga-bunga dan bahagia sekali kau datang dan memperhatikan aku seperti itu, tapi tidak untuk hari ini, setelah kau tega mencabut nyawaku dengan racun ganas itu, bahkan saat aku sekarat pun kau pergi dengan selir ganjen mu itu meninggalkan aku meregang nyawa sendiri, malah kau buang aku di makam dingin tak bertuan itu dan hampir tubuhku dimakan anjing hutan dan serigala, jika aku tidak alami itu semua di kehidupan laluku, aku mungkin bisa kembali tulus d
Baca selengkapnya