Seolah akhirnya menemukan tempat untuk melampiaskan amarah, Hernan mengayunkan kakinya dan menendang perut Keiko dengan keras.Tangisan dan permohonan ampun Keiko hanya makin memicu emosinya. Tendangannya makin kuat, hingga darah merah mulai mengalir dari bawah tubuh Keiko.Aroma darah yang menyengat memenuhi udara dan menusuk hidung semua orang yang hadir. Namun, tidak seorang pun berani maju untuk menghentikannya.Jeritan Keiko makin lama makin lemah. Perlahan, sorot matanya berubah menjadi hampa.Sejak keluarga Keiko jatuh miskin, awalnya dia hanya berpikir untuk memanfaatkan rasa terima kasih Hernan agar bisa menjalani hidup yang lebih baik.Namun, saat hasrat seseorang membesar, semuanya akan menjadi tak terkendali. Keiko mulai iri kepada Hernan, iri kepada semua orang yang hidup lebih baik darinya, termasuk Denise.Kenapa mereka bisa hidup berkecukupan tanpa perlu bersusah payah? Kenapa dirinya sudah berjuang mati-matian untuk naik ke atas, tetapi pada akhirnya tetap harus berkub
Read more