Saat ketahuan sedang membereskan barang-barangnya, Denise sama sekali tidak panik. Dia tetap tenang melipat pakaiannya dan berkata dengan datar, "Setelah hamil, pakaian-pakaian ini sudah nggak bisa kupakai lagi. Aku berencana menyumbangkannya."Ekspresi tegang Hernan akhirnya sedikit mengendur. Dalam hati, dia mentertawakan dirinya sendiri karena berpikir terlalu jauh.Denise sangat mencintainya. Bagaimana mungkin wanita itu akan pergi? Sekalipun Denise ingin pergi, dia tidak akan mengizinkannya, apalagi menandatangani surat perjanjian cerai."Beli yang baru saja," ucap Hernan dengan nada penuh kasih sayang sambil menyerahkan sebuah kartu hitam. "Beli sebanyak yang kamu mau."Denise menggumam pelan, lalu menerimanya. Namun, saat ujung jari mereka bersentuhan, dia segera menarik tangannya kembali, seolah baru menyentuh sesuatu yang kotor.Hernan tidak menyadari keanehan itu. Setelah ragu sejenak, dia kembali berkata, "Beberapa hari ini Keiko mual cukup parah. Dia nggak bisa ditinggal se
Leer más