Short
Antara Aku Atau Sahabat Masa Kecilnya

Antara Aku Atau Sahabat Masa Kecilnya

By:  AlineCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
23Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Denise dan sahabat masa kecil suaminya sama-sama diculik. Malam itu, suara erangan di gudang terdengar sepanjang malam. Sebulan kemudian, mereka berdua sama-sama diketahui hamil. Demi menjaga nama baik sahabat masa kecilnya, Hernan tanpa ragu mengatakan bahwa anak itu adalah anaknya. Sementara anak Denise, justru dianggap sebagai anak haram yang ditinggalkan para penculik setelah memperkosanya. Denise menghancurkan semua barang yang bisa dihancurkan, lalu bertanya dengan putus asa, "Kenapa? Kamu jelas tahu anak ini sudah ada sebelum penculikan terjadi. Para penculik bahkan nggak menyentuhku!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Denise dan sahabat masa kecil suaminya sama-sama diculik. Malam itu, suara erangan di gudang terdengar sepanjang malam.

Sebulan kemudian, mereka berdua sama-sama diketahui hamil. Demi menjaga nama baik sahabat masa kecilnya, Hernan tanpa ragu mengatakan bahwa anak itu adalah anaknya.

Sementara anak Denise, justru dianggap sebagai anak haram yang ditinggalkan para penculik setelah memperkosanya.

Denise membanting semua barang yang bisa dihancurkan, lalu bertanya dengan putus asa, "Kenapa? Kamu jelas tahu anak ini sudah ada sebelum penculikan terjadi. Para penculik bahkan nggak menyentuhku!"

Tatapan Hernan dipenuhi rasa bersalah. "Denise, tolong bersabarlah. Keiko sejak kecil selalu dimanja. Gosip dan fitnah seperti ini nggak akan sanggup dia tanggung."

Denise menatap pria di depannya dengan linglung, lalu tiba-tiba tertawa hingga air matanya jatuh. "Jadi ... aku yang harus digosipkan dan difitnah?"

Pada saat itu juga, dia tiba-tiba merasa sangat lelah. Begitu lelah hingga tidak ingin mencintai Hernan lagi.

....

Di kantor firma hukum, setelah menandatangani semua dokumen, Denise menatap kolom tanda tangan pihak pria yang masih kosong. Tak lama kemudian, dia mengangkat pandangan dan bertanya kepada pengacara, "Apa bisa kalau nama pihak pria aku tanda tangani sendiri?"

Ekspresi pengacara tampak rumit. Dia mendorong kacamatanya sambil berkata, "Harus ada persetujuan dari yang bersangkutan."

Setelah terdiam beberapa saat, Denise menelepon Hernan. Namun, dari seberang telepon justru terdengar suara manja Keiko.

"Kak Hernan, aku ingin makan dessert dari toko di barat kota itu ...."

Hati Denise terasa nyeri, tetapi dia tetap berusaha tenang. "Ada sesuatu yang ingin kubicarakan."

Tak lama kemudian, suara rendah Hernan terdengar. "Ada apa, Denise? Aku lagi sibuk sekarang. Apa pun itu, kamu putuskan saja sendiri."

Denise kembali memastikan, "Apa pun boleh kuputuskan sendiri?"

Pria itu tertawa ringan dengan nada lembut. "Tentu saja. Kita sudah nikah selama bertahun-tahun. Semua urusan rumah selalu kamu yang putuskan, 'kan?"

"Oke. Kalau begitu, urusan ini akan kuputuskan sendiri." Setelah telepon ditutup, Denise menunduk. Dengan sangat hati-hati, dia menuliskan nama Hernan di kolom kosong itu.

Saat mengantarnya ke luar, pengacara mengingatkan, "Bu, surat perjanjian cerai ini akan mulai berlaku sebulan lagi. Selama masa itu, kalau Ibu menyesal, Ibu bisa menariknya kapan saja."

Denise tiba-tiba tertawa. Tawanya sangat ringan. "Nggak. Aku nggak akan pernah menyesal."

Dia pasti akan bercerai.

Setelah keluar dari firma hukum, Denise segera memanggil taksi dan bergegas menuju rumah sakit.

"Halo, aku ingin melakukan aborsi."

"Anda yakin ingin menjalani operasi aborsi?" Dokter melirik laporan pemeriksaan. "Anaknya sangat sehat."

"Yakin."

Di meja operasi rumah sakit, suara dingin alat-alat medis membuat seluruh tubuh Denise menggigil. Dia memejamkan mata dan teringat bagaimana Hernan mengejarnya dahulu.

Pada malam penyambutan mahasiswa baru di universitas, sebagai ketua badan mahasiswa, Hernan sedang menyampaikan pidato. Namun, saat melihat Denise untuk pertama kalinya, dia sampai lupa kata-katanya.

Setelah itu, semua orang berkata bahwa pria paling tampan di fakultas keuangan telah jatuh cinta.

Pria dingin yang tidak pernah tertarik pada perempuan itu mengejar seorang gadis selama satu tahun penuh.

Saat salju pertama turun, dia menyiapkan 999 tangkai mawar di bawah gedung asrama putri dan berdiri menunggu semalaman di tengah salju.

Pada malam hujan deras, hanya karena Denise sempat berkata ingin makan kue dari toko di barat kota, Hernan langsung menyetir melintasi setengah kota.

Hal yang paling membuat Denise jatuh hati adalah perayaan ulang tahun universitas itu. Saat itu, dia tampil memainkan piano solo. Di tengah permainan, salah satu tuts piano macet sehingga seluruh aula menjadi canggung.

Detik berikutnya, Hernan langsung naik ke panggung dan duduk di sampingnya. "Aku akan menemanimu."

Jari-jari pria itu jatuh di atas tuts piano dan memainkan lagu Wedding in a Dream bersamanya sampai selesai.

Jeritan para penonton hampir menembus atap gedung, tetapi Hernan hanya menatap Denise sambil berucap pelan, "Denise, aku nggak bisa tanpa kamu."

Karena itu, Denise pun jatuh cinta. Hernan juga menepati janjinya. Dari masa pacaran hingga pernikahan, dia selalu memperlakukan Denise seperti harta paling berharga.

Satu-satunya hal yang mengganggunya adalah Keiko, sahabat masa kecil yang selalu menempel pada Hernan.

"Di mataku, Keiko cuma seperti adik." Dia selalu berkata seperti itu. "Kakeknya pernah menyelamatkan nyawa kakekku. Sekarang keluarga mereka jatuh miskin. Aku nggak mungkin mengabaikannya."

Denise memercayainya.

Namun, Keiko perlahan menjadi bayangan yang membentang di antara mereka. Entah sudah berapa kali Denise selalu mengalah demi Keiko.

Pada hari ulang tahunnya tahun lalu, Hernan berjanji akan menemaninya melihat aurora. Namun, karena Keiko demam, perjalanan itu mendadak dibatalkan.

Pada hari jadi pernikahan mereka, Denise telah menyiapkan banyak kejutan, tetapi Hernan pergi hanya karena satu telepon dari Keiko yang takut pada suara petir.

Saat Denise demam tinggi hingga 39 derajat, Hernan justru menemani Keiko naik bianglala dan bahkan berfoto untuk unggahan media sosialnya.

Denise menahan semuanya berkali-kali. Sampai kali ini, demi Keiko, pria itu bahkan tidak mengakui anak mereka.

Kalau begitu, anak ini tidak dia inginkan lagi. Pria itu pun tidak dia inginkan lagi.

Ketika lampu ruang operasi padam, Denise merasa seolah jiwanya juga ikut tercabut. Dia menopang tubuhnya pada dinding dan berjalan perlahan ke luar. Kedua kakinya masih sedikit gemetar, sementara rasa nyeri tumpul terus datang dari perut bagian bawahnya.

Namun, ketika sampai di tikungan koridor dan melihat pemandangan di kejauhan, dia merasa seperti jatuh ke gua es.

Darah di seluruh tubuhnya seakan membeku. Di bangku panjang itu, Hernan sedang berlutut dengan satu kaki dan menempelkan telinganya ke perut Keiko yang mulai membuncit.

"Bayinya nendang!" Keiko tersenyum cerah. "Kak Hernan, katanya bayi yang sering nendang perut ibunya akan lebih pintar lho!"

Hernan mengusap perut Keiko dengan lembut. Suaranya begitu hangat. "Aku cuma berharap anak ini lahir dengan selamat."

Denise menggenggam erat buku rekam medis di tangannya. Lembaran kertas di tangannya bergemeresik pelan karena diremas terlalu kuat, seperti hatinya yang remuk dan hancur berkeping-keping.

Seharusnya dia berlari menghampiri mereka dan meminta penjelasan. Seharusnya dia menanyakan apakah Hernan tahu bahwa saat dia menantikan kelahiran anak orang lain, darah daging mereka sendiri sedang dihancurkan dan disedot ke luar oleh alat-alat medis yang dingin.

Seharusnya dia menanyakan apakah Hernan masih ingat bahwa ketika mengetahui Denise hamil, pria itu juga pernah begitu gembira hingga memeluknya dan berputar-putar.

Namun, Denise tidak melakukan semuanya. Dia hanya berdiri diam di sana, memandangi pasangan serasi yang disinari cahaya matahari itu. Semua kemarahan, kesedihan, dan ketidakrelaan akhirnya berubah menjadi kelelahan yang mendalam.

Saat dia berbalik untuk pergi, suara Hernan tiba-tiba terdengar dari belakang. "Denise?"

Nada suaranya mengandung sedikit keterkejutan. "Kenapa kamu ada di rumah sakit?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
23 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status