Aku melangkah keluar dari lift menuju ruang tamu mansion. Hari sudah mulai gelap. Adrian dan Sebastian sudah duduk di sofa samping. Leon di kursi utama, menyilangkan kaki, tangan memegang gelas whiskey yang nyaris kosong. Wajah mereka bertiga tegang seperti baru saja selesai bertengkar, atau sedang memikirkan hal yang sama, sesuatu yang berat."Aku pulang," kataku.Adrian menoleh. Wajahnya yang tegang langsung berubah. Senyum hangat mengembang, meskipun matanya masih menyimpan kelelahan."Sayang," sapanya sambil membuka tangannya.Aku berjalan mendekat. Aku duduk di samping Adrian dan memeluknya. Aku bisa merasakan dadanya yang bidang dan hangat, detak jantungnya yang stabil. Aku memejamkan mata sejenak, membiarkan pelukannya menenangkan pikiranku yang masih kacau."Aku kangen," bisikku."Aku juga."Aku melepaskan pelukan, lalu beralih ke Sebastian yang duduk di sebelah Adrian. Aku memeluknya juga. Tangannya yang besar membelai punggungku, gerakan yang familiar, yang selalu membuatku
Mehr lesen