Author's Pov Alexandro duduk di kursi sofa kulit di sudut terjauh, dekat jendela kaca besar yang menghadap ke pemandangan malam. Sejak tadi dia hanya diam. Gelas whiskey di tangannya sudah setengah kosong, tapi tidak pernah dia sentuh untuk menyesap. Jarinya hanya memutarnya perlahan, membuat cairan kuning itu bergerak membentuk pusaran kecil.Di sampingnya, Fabio duduk dengan santai, kaki disilangkan, satu tangan memegang cerutu yang mengepul tipis. Seberang mereka, Marco berdiri tegap di dekat pintu, tangannya di belakang punggung, matanya sesekali mengawasi sekeliling."Sudah berapa jam kau diam seperti ini? Sejak kita masuk ke sini, kau belum bicara sepatah kata pun," kata Fabio.Alexandro tidak menjawab."Kalau kau hanya mau diam dan merenung, mending kau lakukan di rumah. Setidaknya di sana ada istrimu yang cantik yang bisa kau lihat," sambung Fabio."Apa yang sebenarnya terjadi, Ale? Kau tidak pulang sejak sore. Marco bilang kau keluar dari rumah setelah bertengkar dengan Luci
閱讀更多