Keesokan harinya, malam tiba tanpa Alexandro pulang ke rumah.Aku menatap ponselku berkali-kali. Tidak ada pesan. Tidak ada panggilan, hanya pesan dari Marco tadi siang: "Tuan Alexandro masih di luar kota, Nyonya. Urusan bisnis belum selesai."Aku tidak tahu harus percaya atau tidak, tapi aku juga tidak punya hak untuk bertanya.Gianna menemukanku duduk di ruang tamu, memeluk bantal, menatap layar televisi yang belum kunyalakan."Nyonya, sudah jam tujuh. Acaranya mulai jam delapan.""Ayo pergi, Gianna. Ayo tonton film jelek."Gianna mengangkat alis. "Film jelek, Nyonya?""Film Elena. Jujur, aku sudah lihat trailernya. Aktingnya buruk sekali."Gianna tersenyum tipis. "Kalau begitu mari kita tonton bersama."---Bioskop itu mewah. Lampu kristal berkilau di langit-langit. Karpet merah membentang dari pintu masuk sampai ke dalam ruangan teater. Banyak orang berpakaian rapi, wanita dengan gaun panjang, pria dengan jas dan dasi. Rasanya seperti pesta, bukan sekadar menonton film.Aku mengen
اقرأ المزيد