Keesokan harinya, malam tiba tanpa Alexandro pulang.Aku menatap ponselku berkali-kali. Tidak ada pesan. Tidak ada telepon, hanya pesan dari Marco sore tadi: "Tuan Alexandro masih di luar kota, Madam. Urusan belum selesai."Aku tidak tahu harus percaya atau tidak tapi aku juga tidak punya hak untuk bertanya.Gianna menemukanku duduk di ruang tamu, memeluk bantal, menatap layar televisi yang tidak aku hidupkan."Madam, sudah jam tujuh. Acaranya mulai jam delapan.""Ayo, Gianna. Kita tonton film jelek."Gianna mengangkat alis. "Film jelek, Madam?""Film Elena. Jujur saja, aku sudah melihat trailernya. Aktingnya payah."Gianna tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita saksikan bersama."***Bioskop itu mewah. Lampu-lampu kristal berkilauan di langit-langit. Karpet merah membentang dari pintu masuk hingga ke dalam studio. Banyak orang berdandan rapi, wanita-wanita dengan gaun panjang, pria-pria dengan jas berdasi. Seperti pesta, bukan sekadar nonton film.Aku memakai gaun sederhana berwarna hi
続きを読む