Tubuhku terasa hancur.Setiap tulang, setiap otot, setiap sendi di tubuhku terasa seperti telah digiling. Aku membuka mataku dengan susah payah, berharap melihat Alexandro di sampingku, tapi ia sudah tidak ada di sana.Aku mengerang pelan, mencoba duduk. Pinggangku sakit. Ada bekas tali sutra di pergelangan tanganku, merah, tipis, tapi masih perih saat terkena udara pagi.Aku menatap cermin di seberang tempat tidur. Rambutku berantakan, ada bekas gigitan di leherku, bibirku sedikit bengkak.Aku tersenyum tipis. Lalu tersenyum lagi, lebih lebar.Lalu aku mandi dengan air hangat. Setiap kali air mengenai bekas gigitan di leherku, aku menggigil, bukan karena sakit, tapi karena itu mengingatkanku pada tadi malam.Suaranya yang rendah di telingaku. Tangannya yang tegas tapi lembut. Dan di akhir, saat kami berbaring berdampingan, ia berbisik, "Aku tidak merengek."Aku tertawa sendiri di kamar mandi.Dia masih keras kepala.Aku turun ke ruang makan dengan pakaian santai, kemeja putih longgar
続きを読む