Setelah kuliah selesai, kerumunan mahasiswa perlahan meninggalkan ruangan. Aku masih berdiri di depan Alexandro, menggenggam tangannya, tidak peduli dengan beberapa pasang mata yang masih melirik ke arah kami. Biarlah mereka tahu. Aku sudah lelah menyembunyikan."Ayo," katanya."Ke mana?""Kau sudah janji mau beli sepatu.""Itu nanti. Sekarang aku masih ada waktu. Kau mau ke mana?"Alexandro tidak menjawab. Dia menarik tanganku, membawaku keluar dari ruang kelas, melewati lorong, melewati pintu kampus. Gianna yang sedang menunggu di mobil, mengerjap melihatku bergandengan tangan dengan Alexandro. Biasanya, kami tidak pernah menunjukkan afeksi seperti ini di depan umum.Alexandro membuka pintu mobil untukku. "Masuk."Mobil melaju meninggalkan kampus, melewati jalan-jalan yang familiar, lalu berbelok ke arah yang tidak pernah aku lewati sebelumnya. Kami melewati perumahan mewah, lalu masuk ke area yang lebih terbuka. Di kejauhan, aku melihat hamparan tanah luas, beberapa gedung setengah
Read more