Alexandro tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya menghela napas panjang, lalu berjalan ke meja dan membuka laptopnya. Layar menyala. Dia mulai mengetik sesuatu, mungkin email, mungkin laporan, mungkin sesuatu yang berhubungan dengan bisnisnya yang gelap. Aku tidak tahu. Yang aku tahu, dia tidak mau membahas Marco, Davina, atau Damien.Aku duduk di sofa, memeluk bantal, dan berkecamuk dengan pikiranku sendiri. Marco gay? Mungkin. Atau mungkin tidak. Mungkin dia hanya trauma masa lalu. Mungkin dia sudah punya kekasih diam-diam. Mungkin dia tidak tertarik pada wanita karena terlalu sibuk melindungi Alexandro atau mungkin aku terlalu banyak berpikir.Mataku beralih ke meja samping tempat tidur. Ponsel Alexandro tergeletak di sana.Sejak menikah, aku tidak pernah mengecek ponselnya. Bukan karena aku tidak percaya, tapi karena aku takut. Takut menemukan sesuatu yang bisa menghancurkan pernikahan kami. Tapi malam ini, entah kenapa, tanganku bergerak sendiri. Aku mengambil ponsel itu, membuka
Leer más