Bejo pun patuh. Dia mencium bibir ranum milik Mila bukan hanya dengan perlakuan yang lembut. Kali ini benar-benar sangat memburu, kapan lagi diminta untuk mencium. Apalagi bibir itu sangat membuatnya candu. "Eeeuuughhh.... " Mila merapatkan diri dan kedua tangan Mila mencengkeram pundaknya. Kantuk yang wanita itu rasakan lenyap bahkan tak tersisa kala godaan mulai ada. Bejo tau karena Mila merespon tak kalah agresif. Bejo menyesap kuat bibir kenyal itu. Rasanya sangat gemas sekali dan tangannya mulai turun ke bokong Mila, mengusap, meremas hingga wanita itu melenguh merasakannya. "Jo.... Ugh!" "Mau versi hard atau slow, Nyonya? Maaf kalau yang tadi agak kuat," bisik Bejo seraya mendongak menatap wajah Mila yang menatap lekat dengan kedua mata sayu padanya. "Aku tidak mempermasalahkan itu, Jo. Sentuhanmu selalu memabukkanku. Antar aku ke kemar! Aku mau tidur," perintah Mila dan Bejo menganggukkan kepala. "Saya pakai pakaian dulu, Nyonya." Mila kemudian turun dar
Leer más