"Agghh bengek banget lo, Jo!" umpat Didi yang kini meringkuk menahan sakit karena kelakuan Bejo yang tiba-tiba menindih kedua sahabatnya. Bejo melakukan itu karena tau keduanya belum tidur dan hanya berpura-pura saja. Tidak ingin dibohongi, Bejo pun loncat dan menindih keduanya. "Emang gue kata juga sialand si, Jo!" sahut Edo dan Bejo hanya terkekeh saja mendengar umpatan-umpatan itu."Monyet emang! Untungnya biji gue nggak pecah. Lihat noh mukanya seger banget!" kata Didi dan Bejo berdecak kemudian membuka ponselnya. "Iyalah, abis ngetab oli makanya seger lagi. Ngaku lo, Jo!" desak Edo. "Loe berdua pada ngepoin gue? Siap-siap aja lo berdua bintitan sampai ke silit-silit!""Apa itu silit, tak taulah!" sahut Edo dengan logat upin ipin sedangkan Didi reflek menyentuh bokongnya kemudian misuh-misuh. "Njiirrr bisul dong! Nggak bisa duduk gue ntar, tarik nggak kata-kata lo, Jo!" perintah Didi dan Bejo hanya mengedikkan kedua pundaknya saja enggan menggubris apa yang Didi pinta. "Udah
Read more