"Tuan, apa saya tidak salah dengar?" Bu Ratna menatap pilu dengan kepala tertunduk. "Anda akan menyerahkan Nona Lily kepada keluarganya?" "Ya." Alvian tahu, pelan-pelan semua orang di villa itu mulai menyayangi Lily. Meski dia terlihat gila, Lily tak pernah menyakiti siapapun. "Tapi, Tuan!" "Bu Ratna, setelah ku pikir-pikir. Tetap menahan Lily di sini akan membuat ayah atau orang luar berpikiran yang tidak-tidak. Sebelum hal itu terjadi, lebih baik kita cegah saja." "Lalu, bagaimana jika non Lily disiksa lagi?" "Tenang saja, aku akan mengutus seseorang untuk menjaganya." Bu Ratna paham lalu melangkah mundur. Di lantai atas, Bi Inah juga mendengar semuanya. Dia dengan cepat menemui Lily yang sejak tadi melipat kertas origami. "Nona! Nona, aku dengar Tuan Alvian akan memulangkan kita ke rumah Tuan besar." Lily menatapnya tenang. "Nona, bagaimana ini? Kita harus segera kabur!" Lily menggelengkan kepala. "Tidak, Bi. Kita tidak boleh kabur. Aku yang meminta Alvian m
Last Updated : 2026-09-13 Read more