SUV hitam milik Dewa perlahan memasuki carport Griya Zadewa. Begitu mesin mobil dimatikan, ia merebahkan kepalanya di sandaran jok, memejamkan mata rapat-rapat. Dewa menarik napas panjang, berjuang keras meredam sisa-sisa amarah yang masih membakar dadanya usai drama jebakan di depan rumah Tiara tadi. Sialan kamu, Sagara! Aku sepertinya terlalu berbaik hati padamu selama ini! umpat Dewa dalam hati seraya mengusap kasar wajahnya. Dewa menghembuskan napas berat sekali lagi, mencoba menghilangkan ketegangan di wajahnya sebelum membuka pintu mobil. Langkah kakinya yang terasa berat membawanya menuju pintu utama, yang sudah terbuka oleh bik Sum, ART baru di Griya Zadewa. "Selamat malam, Mas Dewa," sapa Bik Sum, dengan ramah dan sopan. "Malam, Bik," balas Dewa sambil melepas sepatu kulitnya. "Istri saya sudah tidur?" "Mbak Zea baru saja naik ke kamar, Mas. Tadi sempat menyiapkan makan malam dulu untuk Mas Dewa." "Terima kasih ya, Bik. Biar nanti saya rapikan sendiri meja ma
Última actualización : 2026-09-09 Leer más