Beranda / Romansa / Chemistry Chapter / BAB 167 : KECEMASAN DEWA

Share

BAB 167 : KECEMASAN DEWA

Penulis: Yoongina
last update Tanggal publikasi: 2026-09-11 09:24:29
​Dewa dan Zea saling bertukar pandang dengan wajah tegang.

​"Kirana, apa tidak ada jaksa lain?" tanya Dewa. Suaranya tetap tenang, namun mengandung nada penolakan yang tidak disadari Kirana.

​Kirana, yang sama sekali tidak tahu-menahu mengenai masalah pribadi antara Tiara, Zea, dan Dewa, memiringkan kepalanya bingung. "Kenapa, Mas Dewa? Tiara itu sangat kompeten kalau urusan validasi berkas. Mas Dewa sudah lihat sendiri kinerjanya saat kita berdiskusi tentang kasus yang aku tangani kemarin.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Yoongina
hrs ada kak biar makin kokoh mereka berdua hehehhee
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
yaa Allah Gusti, ada aja cobaan bumil n pakmil satu ini hmmm
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Chemistry Chapter   BAB 200 : MENJADI BAGIAN DARI KEJAKSAAN AGUNG

    Zea menyerahkan lembar disposisi bertanda tangan Tiara ke ruang Pusat data dan informasi, para staf arsiparis menyambut Zea dengan pelayanan yang luar biasa cepat. ​Hanya dalam waktu dua jam, Zea sudah duduk nyaman di ruang riset khusus yang tenang dan ber-AC. Di hadapannya tersaji dua bundel tebal Berkas Perkara Penyidikan Kasus Penipuan Korporasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang sudah disamarkan identitas kerahasiaannya untuk studi akademis. ​Zea menyalakan laptopnya, jemarinya menari dengan lincah di atas Keyboard laptop. Ia mulai mengklasifikasikan data primer. Menganalisis skema Mens Rea atau niat jahat board of directors korporasi yang menjadi objek penelitiannya. Membedah konstruksi pasal yang digunakan jaksa penyidik dalam menjerat aset korporasi. Mencatat poin-poin krusial perbandingan antara teori tanggung jawab pidana korporasi yang ia pelajari di bangku kuliah dengan praktik riil di lapangan. ​Tak hanya akses data berkas yang terbuka lebar, proses wawancara dengan

  • Chemistry Chapter   BAB 199 : LANGKAH MULUS DI KEJAKSAAN AGUNG

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar utama Griya Zadewa, membiaskan pendar hangat di atas ranjang. Zea terbangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Rasa cemas dan kelelahan yang menggelayutinya kemarin telah berganti dengan energi baru. Di sampingnya, Dewa masih tertidur lelap dengan satu tangan melingkar di pinggang Zea, menjaga posisi tubuh istrinya agar tetap nyaman. ​Zea tersenyum tipis. Ia mengusap perlahan jemari Dewa yang melingkar di perut buncitnya, lalu melirik alat perekam suara mini berwarna hitam yang tergeletak di atas nakas. ​Baginya, benda kecil itu bukan sekedar bukti kejahatan seorang mantan kekasih yang masih sangat berharap pada suaminya, melainkan kunci yang menjamin kelancaran tahap berikutnya dalam penyusunan skripsinya di Kejaksaan Agung. Intimidasi yang sempat di lakukan Tiara kemarin, sesungguhnya membuat Zea sedikit tertekan walau ia mampu menghadapinya, Zea sempat berpikir kalau Tiara akan bertindak lebih jauh dari sekedar validasi awa

  • Chemistry Chapter   BAB 198 : CHEMISTRY CHAPTER

    Kesedihan yang mendalam membakar dada Dewa saat ia menatap mata bening istrinya. Ia hanya tidak menyangka, Tiara, gadis yang pernah sangat ia cintai, berubah menjadi sosok yang tidak memiliki hati nurani hanya karena cemburu dan obsesinya untuk bisa kembali. Zea sedang hamil besar, dan Tiara justru menjadikan kondisi istrinya sebagai ancaman, yang bagi Dewa, itu adalah sebuah kejahatan yang tidak bisa ia toleransi. Di bawah pendar lampu gantung ruang tengah yang hangat, kejujuran terasa begitu berat untuk diutarakan, namun Dewa tahu ia tak boleh menyembunyikan apa pun dari Zea. ​"Aku... baru saja dari apartemen Tiara, Zea," ucap Dewa lirih. Suaranya serak, seakan ada beban berat yang menghimpit napasnya. ​Jantung Zea berdetak hebat. Pegangan tangannya pada kemeja Dewa melonggar seketika. Sorot matanya memancarkan rasa terkejut sekaligus kecewa yang mulai menggenang di pelupuk mata. "Kak Dewa... menemui Mbak Tiara di apartemennya? malam-malam begini?" ​Dewa cepat-cepat menggen

  • Chemistry Chapter   BAB 197 : JEBAKAN DI LANTAI 12

    FLASBACK DUA JAM SEBELUMNYA. Matahari baru saja terbenam di ufuk barat ketika mobil yang dikendarai Dewa berbelok memasuki area parkir bawah tanah sebuah kompleks apartemen mewah di kawasan Jakarta Selatan. Jarum jam digital di dasbor menunjukkan pukul 18.45 WIB. ​Dewa mematikan mesin. Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran jok, memejamkan mata sejenak sambil menghela napas panjang yang begitu berat. Pikirannya terbagi antara bayangan wajah tulus Zea yang sedang hamil tua di rumah, dan ancaman dingin Tiara yang siap menghancurkan masa depan akademis istrinya besok pagi. ​Dewa meraih ponselnya, melihat pesan singkat dari Tiara yang berisi foto meja makan yang sudah ditata romantis dan menunggu kedatangannya. Dengan rahang mengeras dan cengkeraman kuat pada ponselnya, Dewa membuka pintu mobil lalu melangkah menuju lift. ​Ia tahu betul risiko keputusan ini. Namun, membiarkan Tiara bertindak sewenang-wenang tanpa batas di Kejaksaan Agung adalah hal yang tidak bisa ia toleransi. A

  • Chemistry Chapter   BAB 196 : PULANG TELAT

    ​Suara dering telepon mengagetkan Dewa yang baru saja tiba di parkir pengadilan negeri Jakarta Selatan. Ia melirik layar ponsel yang tergeletak di dasbord. Kerutan halus langsung tercipta di dahinya saat melihat nomor kantor tidak dikenal dari area Kejaksaan Agung berkedip di layar. ​Mengira itu adalah panggilan dari klien yang akan ia dampingi di ruang sidang pagi ini, Dewa menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu di telinganya. ​"Selamat pagi," sapa Dewa tegas dan formal. ​Keheningan menggantung selama dua detik, hanya terdengar helaan napas halus di ujung telepon yang sangat ia kenali. Hawa dingin seketika menyelimuti dada Dewa saat suara wanita itu akhirnya terdengar di telinganya. ​"Selamat pagi, Dewa..." panggil Tiara pelan, dengan nada manja sekaligus penuh kemenangan yang dibuat-buat. "Atau harus kupanggil sayang, seperti biasanya?" ​Dewa memejamkan mata sejenak, mengepalkan tangan kirinya di atas kemudi. Tensi di kepalanya langsung naik. "Tiara. Mau apa kam

  • Chemistry Chapter   BAB 195 : PERSETUJUAN TIARA

    Lift berdenting halus saat pintunya terbuka di lantai dua Gedung Bundar. Koridor bagian Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus tampak begitu lengang dan berwibawa. Karpet tebal meredam suara langkah kaki, sementara jajaran foto mantan Jampidsus dan plakat penghargaan yang terpajang di dinding kayu mahoni seolah menegaskan bahwa tempat ini bukan area bermain. ​Zea melangkah keluar dari lift. Perut buncitnya terasa sedikit menegang, reaksi alami tubuhnya menghadapi tensi yang mulai naik. Ia meraba ponsel di saku blazernya, memastikan benda pipih itu tetap berada dalam jangkauannya sebelum menyusuri koridor sesuai petunjuk arah menuju Ruang Subdirektorat Riset dan Pembinaan Penyidikan. ​Tiba di depan pintu kayu tebal berkaca buram dengan papan nama bertuliskan JPU Mutiara Cahaya, S.H., LL.M. Zea berhenti sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam, mengusap perutnya lembut. Bismillah, ini demi skripsi dan masa depan kita, Biji Wijen, batinnya menenangkan diri. ​Ketukan tiga kali di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status