"Kamu yakin, Sayang, mau bawa mobil sendiri?!" tanya Dewa dengan raut wajah syok luar biasa. Pria itu menghentikan gerakan memasang dasinya, menatap sang istri yang sudah rapi dan sedang sibuk menyiapkan bekal Dewa."Yakin, dong! Buat apa aku bela-belain belajar mengemudi selama liburan dan bikin SIM kalau mobilnya cuma jadi pajangan di garasi?" sahut Zea mantap."Aku antar aja, ya? Ini masih jam setengah tujuh. Rapatku jam delapan, jadi masih sempat antar kamu dulu ke kampus. Lagi pula, setelah rapat aku memang ada jadwal mengajar dan bimbingan skripsi," tawar Dewa lembut, berusaha membujuk."Terus aku kapan bisanya kalau diantar Kak Dewa terus?!" rengek Zea cemberut. Tangannya tetap sibuk menata nasi goreng bekal Dewa, yang kali ini dibentuk karakter beruang sedang tidur berselimutkan telur dadar tipis."Nanti saja kalau kamu sudah melahirkan, sekalian dilancarkan lagi mengemudinya, ya? Sekarang kan perut kamu sudah makin besar, Sayang," bujuk Dewa lagi, kali ini mengusap puncak kep
Última actualización : 2026-09-14 Leer más