"Zea?" Dewa yang hendak menyemburkan kemarahan lagi, mendadak terhenti saat melihat perubahan drastis pada wajah istrinya. Wajah Zea yang semula memerah akibat menangis dan emosi, kini menjadi sangat pucat bagaikan kertas. Keringat dingin mulai membasahi dahinya. Kakinya gemetar hebat, tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya sendiri. "A-aduh... sakit..." keluh Zea lirih, tangannya mencengkeram lengan Dewa dengan sangat kuat, mencari pegangan. Suaranya bergetar penuh rasa takut. "Kak... perutku... perutku sakit banget..." Dewa tersentak kaget. Ego dan amarah yang memenuhi kepalanya seketika mencair, ia panik sekarang. Dewa dengan cepat menangkap tubuh Zea yang hampir merosot ke lantai. "Zea! Kamu kenapa?!" seru Dewa panik, merangkul pinggang dan bahu istrinya erat-erat. Ketakutan besar merayapi benaknya saat teringat kondisi Zea yang sedang hamil. "Zea, tatap aku! Bagian mana yang sakit?!" "Sakit, Kak... kram banget..." tangis Zea pecah lagi, kali ini bukan karena amarah,
آخر تحديث : 2026-09-16 اقرأ المزيد