Setelah mayat agen itu disembunyikan, suasana di rumah Yoga terasa lebih sepi dari biasanya. Lampu di ruang tamu menyala redup, melemparkan bayangan panjang di dinding. Ibu Yoga sudah dipaksa untuk istirahat di kamar, meski matanya masih terbuka menatap langit-langit dengan penuh kekhawatiran. Sementara Emi duduk di kursi dekat jendela, tangannya masih sedikit gemetar.Yoga masuk setelah mencuci tangan dan wajah di belakang rumah. Bekas darah dan tanah sudah hilang, tapi matanya masih menyimpan sisa ketegangan. Sekarang dia berdiri di ambang pintu, seolah ragu untuk mendekat.“Emi. Kamu lebih baik pulang aja dulu,” kata Yoga pelan.“Aku nggak mau pulang, nggak bisa. Setidaknya nggak untuk malam ini, Mas. Setelah lihat itu, aku… aku takut meninggalkan Mas sendirian.” Emi menggeleng, menolak untuk pulang.Yoga menghela nafas panjang. Sekarang dia duduk di lantai, memunggungi dinding, menutup wajah dengan kedua tangan. Sementara “Karma Hitam” masih berada di ambang batas. Tubuhnya terasa
Last Updated : 2026-08-31 Read more