Helena memandang wanita di hadapannya beberapa saat tanpa berkata apa-apa. Senyuman masih terukir di bibirnya, senyum yang diajarkan kepada setiap wanita bangsawan sejak kecil, ramah, tenang, dan tidak memperlihatkan apa yang sebenarnya dirasakan. Teman masa kecil.Dua kata sederhana itu seharusnya tidak berarti apa-apa. Akan tetapi, ketika diucapkan oleh seorang wanita yang bisa berdiri di Kastel Laurent dengan begitu nyaman, dua kata itu terdengar berbeda."Teman masa kecil?" ulang Helena pelan.Rose mengangguk dengan senyum yang tidak berubah sedikit pun."Benar, Nyonya Marchioness."Nada suaranya lembut, bahkan terdengar hangat saat membicarakan masa lalu."Kami sudah saling mengenal sejak kecil."Helena tidak langsung menanggapi. Sebaliknya, ia mengalihkan pandangannya kepada Tom yang berdiri tidak jauh dari mereka. Kepala pelayan itu tampak lebih kaku daripada biasanya, sesuatu yang jarang ia lihat pada pria tua tersebut."Jadi itu benar, Sir Tom?"Tom menundukkan kepala hormat
Read more