Helena memandang Rion yang masih berdiri di tengah aula. Sejak utusan istana menyampaikan kabar tentang pecahnya perang di perbatasan, suasana kastel berubah menjadi jauh lebih sunyi. Para pelayan yang tadi masih lalu-lalang kini hanya berdiri dengan kepala tertunduk, seolah tidak seorang pun berani memecahkan keheningan yang menyelimuti ruangan.Tatapan Helena tidak pernah lepas dari Rion. Entah mengapa, mendengar kabar itu membuat hatinya dipenuhi firasat yang tidak menyenangkan.Ia melangkah mendekat beberapa langkah, kemudian bertanya dengan suara pelan, "Anda akan pergi berperang?"Rion menoleh ke arahnya. Wajahnya tetap setenang biasanya, tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun meski berita yang baru diterimanya cukup untuk mengguncang siapa saja."Aku belum tahu," jawabnya tenang. "Yang Mulia baru saja mengirimkan panggilan. Sebagai bangsawan, aku harus memenuhi panggilan itu terlebih dahulu."Helena mengangguk pelan, tetapi jawaban itu sama sekali tidak mengurangi kegelisahann
Read more