Hari mulai gelap, dan mereka yang sudah ada di kost mulai mempersiapkan makan malam bersama.Sudah banyak menu yang dimasak, dan Susan kali ini ikut membantu karena memiliki waktu luang yang lebih banyak dari biasanya.“Silvy, kok belum pulang, ya?” tanya Ainun yang berdiri di pintu sejak tadi.“Iya, nih. Dia juga nggak ada kabar, mau lembur atau bagaimana. Amy jadi cemas,” ucap Amy yang menghampirinya seraya menilik jam di layar Hp.“Dia, ada curhat sesuatu?” tanya Ainun lagi.“Untuk beberapa hari ini, nggak ada, Kak. Dia seperti biasa aja, kerja, ngobrol dengan tema yang biasa aja. Nggak ada bagian yang ganjal.” Amy berusaha mengingat, mana tahu ia lupa atau kelewatan dengan sesuatu.“Tentang omnya?”“Nggak ada, Kak. Sejak dihajar pakde, katanya udah nggak pernah hubungin lagi. Hanya saja, Silvy kadang masih kirim buat sepupunya yang di sana. Itu aja, karena inget tantenya baik.”Ainun mengangguk mendengar konfirmasi terakhir yang Amy ceritakan padanya.Ane sendiri terlihat sedang s
Ler mais