Triiing!Hp Danu berdenting ketika ia sedang istirahat di dalam rumah dan lelah. Ia menoleh dan membaca siapa yang mengirim pesan padanya.“Oh, neng Susan sama neng Ai kirim duit bayaran.” Danu melihat Mbanking kemudian, dan uangnya sudah masuk di sana.Perlahan uang itu kumpul lagi, sedikit demi sedikit. Apalagi untuk makan sehari hari, semuanya sudah ditanggung oleh Susan hingga bebannya semakin ringan.“Halo, Neng??” Danu langsung menjawab ketika Susan memanggilnya.“Mas, uang kost udah, ya?” ucap Susan.“Udah, barusan dicek juga sama yang Ainun, masuknya barengan. Tapi, kok lebih yang dari neng?” tanya Danu.“Itu buat Mas, anggap aja karena udah sering bantuin Susan di butik.” Danu menggaruki kepala mendengar itu, tak enak hati dibuatnya.“Tapi kan, neng Susan udah kasih banyak lebih. Jadi, ngga usah—”“Udah, terima aja. Buat beli udud nanti!” paksa Susan padanya.“Yowes, makasih. Kamu lagi apa?” tanya Danu padanya.“Lagi ngawasin anak anak. Butik lumayan rame, dan ada beberapa
Read more