“Nggak papa, Pakde. Amy beberes nya udah selesai, Amy pamit dulu.” Gadis itu taruh alat pelnya di dekat sofa, dan ia berlari kecil pergi dari sana secepatnya. “Lah dalah, Jarot! Kamu ini malu maluin! Tak ciwit kamu, ya!” Danu langsung malu sekali dibuatanya. Amy keluar dari rumah Danu dengan langkah yang begitu tergesa gesa. Malu sekali, sampai terbayang-bayang di kepalanya yang menjulang besar dan panjang tadi. “Ya ampun, itu besar sekali. Aku nggak sangka bisa sebesar itu, dan aku kaget lihat yang sebesar itu. Kalau masuk, pasti sampai–” Amy menyentuh pusarnya, dan terbayang bayang dengan apa yang ia lihat barusan. “Dek, dari mana?” Amy terhenyak kaget ketika suara Susan menegurnya. Gadis itu berhenti, lalu terlihat kikuk saat Susan mendekat. “Eh, Kak Susan. Kakak dari… mana?” sapanya dengan gugup. “Joging tadi. Kamu dari rumah pakde?” tanya Susan lagi. “Iya, dari rumah pakde. Tadinya beberes sama Silvy sama Lily, tapi mereka keluar duluan,” jawab Amy padanya. Susan terlihat
Read more