BRYSON“Kemari, sayang,” Louise mendengkur, menyentakku ke arahnya dan mengunci bibir kami bahkan sebelum aku sempat menolak.Sial.Dia benar-benar wanita jalang, tapi aku tidak bisa memungkiri kalau rasanya juga sangat enak.Aku di sini untuk melakukan tugasku menjaganya, tapi itu hanya omong kosong yang dipikirkan orang lain. Tubuhnya yang menempel di dinding terasa sangat nikmat saat beradu dengan tubuhku, dan aku tidak bisa menolaknya.“Bryson,” erangnya saat mulutku turun ke lehernya, dan aku kehilangan kendali sepenuhnya, bibirku kembali ke mulutnya dan menciumnya seperti orang gila.Jari-jariku turun lebih rendah, mengusap di sepanjang kewanitaannya yang mulus dan memancing erangan dalam yang seksi darinya.“Sial,” umpatnya dengan napas terengah-engah dan tiba-tiba aku merasakan tangannya membuka ikat pinggang dan celanaku dengan tergesa-gesa, dan aku tidak menghentikannya.“Kamu sudah tegang untukku,” gumamnya setengah tersedak saat dia mengelus milikku dengan jarinya yang ser
Magbasa pa