DAISYSambil menghela napas, aku membungkuk, memungut pelontar api flamethrower dan ranselku.“Ayo jalan.”Kami mulai bergerak lagi, dan kali ini kami jauh lebih berhati-hati. Bahkan indra-indraku dalam kewaspadaan penuh, setinggi yang kubisa selagi aku berada dalam wujud manusiaku saat ini. Selain itu, aku menyadari tidak ada satu pun dron yang mengikuti kami sejak kami memasuki Gravewood. Kurasa itu karena tajuk pohon di sini terlalu lebat, atau karena mereka semua sedang menunggu di area pusat tempat bendera-bendera berada, bersiap untuk menangkap drama dari tim-tim yang memperebukannya.Untuk saat ini, cara untuk menuju ke pusat itu adalah masalahnya.Bagaimanapun, selagi kami terus bergerak, kami tiba di sebuah area di sepanjang jalan dan di sana, kami menemukan buah blackberry liar tumbuh di dekat aliran sungai. Kami mengumpulkan apa yang kami bisa, memenuhi tas kami dengan buah beri tersebut dan juga mengambil air bersih dari sungai sebelum melanjutkan perjalanan.Sejujurnya, p
Read more