LIAMAku tidak bisa bernapas. Aku tidak bisa bergerak. Wanita yang selama ini kupikirkan, kuobsesikan, berdiri tidak lebih dari tiga meter dariku, mengenakan celana hitam ketat dan hoodie oranye yang entah bagaimana membuatnya terlihat rentan. Rambutnya yang terurai memberontak, mencuat dari tudung hoodienya dan membingkai wajahnya dengan sempurna, dan meski tudung hoodie itu menaungi wajahnya dari sinar lampu, aku bisa melihat cara mata hazelnya terkunci padaku.Aku masih tidak percaya dia di sini.“Daisy,” namanya terucap dari bibirku sebelum aku sempat menahannya.“Liam Kingston,” katanya lembut, meski aku bisa mendengar sedikit getaran dalam suaranya.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku, kini bergerak mendekatinya, kakiku melahap jarak di antara kami.Dia tidak berkata apa-apa, tapi matanya melirik ke sekeliling seolah mencari jalan keluar.Oh tidak, kelinci.“Kau diam begini karena aku menangkapmu sedang mengawasiku?” aku menggoda, kini berdiri di depannya dan cukup dekat unt
Read more