Sebelum semua orang bergerak mendekati dinding hitam bernomor **0**, Alexander mengangkat tangannya."Jangan ada yang menyentuh apa pun."Nada suaranya tidak keras, tetapi cukup tegas hingga Ethan yang sudah melangkah paling depan langsung berhenti.Lorong itu terasa begitu sunyi.Berbeda dengan ruang arsip yang dipenuhi rak-rak dokumen dan lemari besi, tempat ini nyaris kosong. Dindingnya dilapisi batu hitam mengilap yang memantulkan cahaya redup dari lorong belakang. Di tengah permukaan batu itu hanya terdapat sebuah angka besar.**0.**Tidak ada gagang.Tidak ada lubang kunci.Tidak ada panel elektronik.Tidak ada celah yang menunjukkan bahwa itu benar-benar sebuah pintu.Amelia berdiri di samping Alexander."Kenapa kita berhenti?" tanyanya pelan.Alexander belum menjawab. Ia justru mengamati setiap inci permukaan dinding hitam itu dengan sangat teliti.Daniel ikut mendekat."Aneh...""Apa?""Aku tidak menemukan mekanisme apa pun."Ia meraba sisi kanan dan kiri dinding."Tidak ada
Last Updated : 2026-07-23 Read more