Nabila tertawa kecil di selang ciuman mereka, berusaha menahan dada Dewa sejenak agar bisa bicara."Satu ronde lagi aja ya, Mas... Habis ini beneran harus mandi, badan aku udah lengket banget keringetan," bisik Nabila napasnya sedikit memburu, menatap suaminya penuh harap.Dewa tersenyum manis, membelai pipi istrinya yang merona merah."Oke, Sayang. Satu kali aja, habis itu Mas mandiin kamu sampai bersih," jawab Dewa mantap, menatap penuh gairah.Dewa langsung memiringkan posisi Nabila kembali membelakanginya, memeluknya erat dari belakang. Tanpa membuang waktu, ia kembali menyusupkan intinya perlahan dan dalam."Aahh! M-Mas... pelan-pelan..." jerit Nabila tertahan, kepalanya mendongak menikmati sensasi penuh yang kembali memenuhi dirinya."Ssshh... iya, Sayang. Enak banget kan?" desah Dewa serak tepat di telinga Nabila, mulai mengayunkan pinggulnya dengan ritme yang makin bergelora."Eunghh... ahh! Iya, Mas... ah, di situ... hhnggh!" desah Nabila tak sanggup menahan rasa nikmat yang
Magbasa pa