Suasana pagi di kamar utama terasa sangat hangat. Nabila terbangun karena perutnya mendadak kencang, disertai tendangan-tendangan kecil dari si jabang bayi yang turut membangunkan Dewa dari tidurnya."Ngg... aduh," bisik Nabila pelan, mengusap perutnya yang mendadak menegang. Di dalam sana, si kecil bergerak aktif, memberi tendangan-tendangan beruntun yang cukup kuat.Gerakan itu mengguncang tempat tidur, membuat Dewa yang meng Menggeliat pelan. Mata pria itu perlahan terbuka, menyesuaikan diri dengan cahaya pagi, sebelum pandangannya menatap pada wajah istrinya yang berkerut."Kenapa, Sayang? Ada yang sakit?" suara Dewa masih serak khas bangun tidur. Ia langsung mengikis jarak, memiringkan badan menghadap Nabila."Ini... si adek aktif banget pagi-pagi," jawab Nabila sambil terkekeh kecil, walau tangannya masih menahan rasa kencang di perut."Perutku kencang banget dari tadi. Terus dia nendang-nendang terus,"Dewa tersenyum lebar. Rasa kantuknya hilang seketika. Ia meletakkan telapak
Magbasa pa