Suasana restoran terasa begitu sejuk dan menenangkan. Di meja dekat jendela, Mama Saras dan Diana sudah asyik melihat-lihat menu makanan, sementara Nabila memegangi perutnya yang mendadak terasa sedikit menegang."Ma, Diana, aku ke kamar mandi sebentar ya... kebelet pipis," pamit Nabila halus sambil perlahan menegakkan tubuhnya dari kursi."Oh iya sayang, pelan-pelan jalan nya ya. Perlu Diana temenin gak?" tanya Mama Saras penuh perhatian."Enggak usah Ma, cuma sebentar kok," tolak Nabila lembut disertai senyuman manis.Nabila berjalan perlahan menuju area toilet restoran. Begitu masuk ke dalam kubikel toilet dan mengunci pintu, Nabila menghela napas panjang. Ia mengelus perut buncitnya yang terasa agak mengeras."Duh, Adek... jangan begini dong sayangnya Mama," bisik Nabila pelan pada perutnya sendiri. Usai menuntaskan hajatnya, ia berdiri di depan wastafel, menatap pantulan dirinya di cermin.Nabila membasuh wajahnya tipis-tipis, lalu mencoba merapikan riasan dan mengatur napas."Ga
Read more