Dewa tak bisa menahan senyum tipisnya. Ia mengecup kedua mata Nabila bergantian, lalu mendaratkan kecupan hangat di hidung istrinya yang memerah."Kamu tetep cantik di mata Mas,""Bohong..." cibir Nabila pelan, berusaha memalingkan wajah."Pasti kamu cuma mau nenang-nenangin aku aja kan? Laki-laki mana coba yang betah liat istrinya segendut ini?"Dewa memegang dagu Nabila lembut, memaksa sang istri kembali menatap matanya."Mas enggak pernah bohong. Kamu gemuk karena apa? Karena di dalam sini ada anak kita yang lagi tumbuh," ucap Dewa seraya mengusap perut buncit Nabila dengan penuh kasih sayang."Ini bukan lemak, Sayang. Ini tanda kalau kamu lagi berjuang jadi seorang ibu. Mas justru makin sayang dan makin kagum sama kamu setiap hari.""Beneran?"Dewa mengangguk."Kamu tuh makin cantik tau, badan berisi gini semok, enak banget kalo di peluk belom lagi goyangan nya beh mantap betul,"Mata Nabila seketika membelalak lebar mendengar ucapan suaminya. Tangannya yang bebas refleks memukul
Read more