MasukNabila harus menanggung konsekuensi fatal dari ketidak sadaran Dewa, Ayah sahabatnya karena pengaruh Alkohol. Pria yang ia hormati itu merebut paksa kesuciannya. Demi tanggung jawab dan cinta yang terpendam, Dewa bersikeras menikahi Nabila. Nabila merasa dilema karena ia berfikir dengan menerima Dewa berarti menghancurkan persahabatannya dengan Diana, putri Dewa. Diawal pernikahan mereka Diana sangat menentang pernikahan Ayah dan Sahabatnya. Perjuangan Dewa dimulai. Ia harus meyakinkan Anaknya berulang kali untuk bersikap baik pada istrinya dan menaklukkan hati Nabila yang terluka dan mengubah status pernikahan di atas kertas menjadi ikatan cinta sejati. Akankah Dewa berhasil membatalkan perjanjian itu, atau Nabila akan meminta Dewa untuk menceraikan nya?
Lihat lebih banyakDewa tak bisa menahan senyum tipisnya. Ia mengecup kedua mata Nabila bergantian, lalu mendaratkan kecupan hangat di hidung istrinya yang memerah."Kamu tetep cantik di mata Mas,""Bohong..." cibir Nabila pelan, berusaha memalingkan wajah."Pasti kamu cuma mau nenang-nenangin aku aja kan? Laki-laki mana coba yang betah liat istrinya segendut ini?"Dewa memegang dagu Nabila lembut, memaksa sang istri kembali menatap matanya."Mas enggak pernah bohong. Kamu gemuk karena apa? Karena di dalam sini ada anak kita yang lagi tumbuh," ucap Dewa seraya mengusap perut buncit Nabila dengan penuh kasih sayang."Ini bukan lemak, Sayang. Ini tanda kalau kamu lagi berjuang jadi seorang ibu. Mas justru makin sayang dan makin kagum sama kamu setiap hari.""Beneran?"Dewa mengangguk."Kamu tuh makin cantik tau, badan berisi gini semok, enak banget kalo di peluk belom lagi goyangan nya beh mantap betul,"Mata Nabila seketika membelalak lebar mendengar ucapan suaminya. Tangannya yang bebas refleks memukul
Selama perjalanan pulang, Nabila menyandarkan punggungnya dengan mata terpejam, mencoba mengatur napas untuk meredakan kram yang kembali melilit perutnya. Mama Saras yang duduk di sampingnya terus mengusap telapak tangan Nabila yang terasa sedikit dingin."Tahan sebentar ya, Bil. Sebentar lagi kita sampai rumah, nanti langsung istirahat total. Kalau masih sakit, nanti baru ke dokter," ucap Mama Saras cemas."Iya, Ma... makasih ya," jawab Nabila dengan suara lirih.Tak lama kemudian, mobil mewah itu memasuki halaman rumah dan berhenti tepat di depan pintu utama. Belum sempat Mama Saras turun sepenuhnya, pintu rumah terbuka dan sesosok pria berjas rapi dengan dasi yang sedikit longgar muncul dengan langkah tergesa-gesa.Dewa!Pria itu langsung menghampiri pintu mobil bagian Nabila begitu melihat sang istri turun dengan wajah yang tampak pucat."Sayang! Kamu kenapa, Sayang?" panik Dewa, langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya. Tangannya dengan sigap meraba lembut per
Suasana restoran terasa begitu sejuk dan menenangkan. Di meja dekat jendela, Mama Saras dan Diana sudah asyik melihat-lihat menu makanan, sementara Nabila memegangi perutnya yang mendadak terasa sedikit menegang."Ma, Diana, aku ke kamar mandi sebentar ya... kebelet pipis," pamit Nabila halus sambil perlahan menegakkan tubuhnya dari kursi."Oh iya sayang, pelan-pelan jalan nya ya. Perlu Diana temenin gak?" tanya Mama Saras penuh perhatian."Enggak usah Ma, cuma sebentar kok," tolak Nabila lembut disertai senyuman manis.Nabila berjalan perlahan menuju area toilet restoran. Begitu masuk ke dalam kubikel toilet dan mengunci pintu, Nabila menghela napas panjang. Ia mengelus perut buncitnya yang terasa agak mengeras."Duh, Adek... jangan begini dong sayangnya Mama," bisik Nabila pelan pada perutnya sendiri. Usai menuntaskan hajatnya, ia berdiri di depan wastafel, menatap pantulan dirinya di cermin.Nabila membasuh wajahnya tipis-tipis, lalu mencoba merapikan riasan dan mengatur napas."Ga
Perjalanan menuju butik dipenuhi dengan obrolan ringan dan tawa riang Diana yang semangat menceritakan rencananya membeli baju-baju lucu untuk calon adik nya. Tak terasa, mobil mereka sudah terparkir rapi di depan sebuah butik megah bernuansa modern elegan."Selamat pagi Bu Saras!" sapa seorang wanita berpenampilan modis yang langsung menyambut mereka di pintu masuk."Pagi Mbak Mia. Ini nih calon ibu yang mau kita dandanin buat Sabtu besok," pamer Mama Saras bangga sambil merangkul pundak Nabila."Aduh, cantik banget menantunya Bu Saras. Perutnya juga makin kelihatan lucu ya," puji Mbak Mai ramah."Mari masuk, bajunya sudah disiapkan di ruang ganti utama."Mereka bertiga melangkah menuju area VIP. Di sana, sebuah gaun panjang berwarna hijau sage yang amat cantik sudah terpajang anggun di patung manekin. Potongannya sangat mewah dengan payet-payet halus di bagian dada."Wah, cantik banget Oma bajunya! Mama pasti kelihatan cantik kalau pakai ini," puji Diana berbinar-binar."Pilihan Mam
Pintu kamar rawat inap VVIP itu tertutup rapat, menyisakan kesunyian yang begitu mencekam di antara mereka berdua. Begitu perawat selesai memasang infus dan meninggalkan ruangan, Nabila langsung menatap Dewa dengan tatapan seolah ingin membunuhnya.Matanya yang sembap menyalang merah, menahan amara
Jam digital menunjukkan pukul 21:00 saat Nabila terpaksa masuk ke mobil sedan mewah milik Dewa demi menghindari sorotan rekan kerjanya di lobi hotel.Suasana kabin terasa mencekam. Dewa membawa mobilnya menepi di area parkir sepi sebuah apotek 24 jam, lalu menyodorkan kantong berisi tiga merek test
Dua Minggu berlalu sejak malam itu. Nabila selalu mencoba menjalani hari-harinya seperti biasa kuliah lalu di lanjut bekerja, namun tubuhnya seolah berkhianat.Setiap pagi, Nabila selalu di sambut mual yang hebat. Aroma kopi, parfum menyengat, Bahkan aroma kantin kampus yang biasanya ia sukai kini
"Ahhh... Om, jangan..." desis Nabila dengan napas yang memburu. Tangannya berusaha mendorong dada bidang Dewa yang menghimpitnya. Di balik aroma alkohol yang tercium dari tubuh pria berusia 41 tahun itu, ada intensitas yang membuat pertahanan Nabila goyah. Dewa menatapnya dengan pandangan yang dal
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan