Setelah mengganti celana jeansnya dengan rok plisket yang longgar dan nyaman, Nabila turun ke meja makan. Di sana, Dewa sudah menunggu sambil membaca beberapa berkas di tablet kerjanya. Di atas meja, Bi Sari sedang menata nasi goreng dan telur mata sapi.Nabila mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah, mencari satu sosok yang sejak semalam membuatnya tidak tenang."Bi Sari," panggil Nabila pelan saat ART paruh baya itu hendak kembali ke dapur."Iya, Non Nabila? Eh... Nyonya, maksud Bibi," sahut Bi Sari agak canggung karena masih membiasakan diri dengan status baru Nabila."Panggil Nabila aja seperti biasa, Bi," ucap Nabila dengan senyum tipis, lalu melirik kursi kosong di ujung meja."Bi, Diana belum turun sarapan? Apa mau Nabila panggilin ke kamarnya?"Bi Sari menghela napas pendek, wajahnya tampak agak segan. "Anu, Non... Non Diana mah sudah berangkat kuliah dari jam enam pagi tadi."Nabila tertegun, sendok di tangannya perlahan diletakkan kembali."Jam enam pagi? Kuliah Diana k
Magbasa pa