Siang hari itu, Dewa baru saja selesai melakukan rapat dengan klien. Tiba-tiba, kakinya dipeluk erat oleh seorang anak perempuan berusia lima tahun yang ia kenal."Sada! Mama bilang, jangan lari-lari!" teriak sang ibu dari arah belakang."Om Dewa, aku kangen!" cicit anak perempuan itu. Ia memeluk kaki Dewa dengan sangat erat, tidak mau melepasnya.Dewa terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah wanita yang menghampiri mereka."Lidia," panggil Dewa."Oh, hai, Mas. Maaf banget ya, Sada dari tadi memang melihat kamu. Padahal aku sudah bilang kalau itu bukan kamu, tapi dia malah nekat nyamperin kamu," jawab Lidia dengan nada penuh rasa bersalah."Nggak apa-apa, santai saja," jawab Dewa datar.Dewa perlahan melepaskan pelukan Sada di kakinya, berusaha bersikap sopan namun menjaga jarak dengan tidak menyentuh pundak atau membalas pelukan tersebut. Ia merasa tidak nyaman."Sada, sudah ya, jangan peluk-peluk kaki Om. Nanti baju kamu kotor," ujar Dewa dengan nada dingin, lalu melangkah mundur satu
Magbasa pa