Jetro memandikanku, dia dengan telaten menyabuni seluruh tubuhku. Aku ingin menolak juga percuma, dia akan selalu bersikeras. “Jetro, jangan nakal jarimu ya!” bentakku.“Beraninya kau membentakku, padahal ayahku saja tidak berani membentakku.” Jari-jarinya semakin liar, sekali lagi dia memainkan bagian itu.Aku menahan tangannya. “Jangan Jetro! Kalau begitu aku mandi sendiri saja.”“Aku tidak akan berhenti kalau kau menolakku. Buka sedikit lebar kakimu.” Ini hanyalah akal-akalan dia saja memandikanku, padahal dia masih ingin bermain denganku.Menyenangkan Jetro itu sangat mudah, aku hanya menurut, dan tidak membantah. Kalau menyenangkan Eric adalah dengan memberikan uang, hadiah mahal, dan juga pesta foya. Dua pria yang sangat berbeda kepribadian. Jetro lebih baik, hanya saja dia sangat posesif.“Kita akan pulang ke rumahmu dulu,” ucap Jetro.Dia dari tadi tersenyum.“Bersama denganmu aku selalu telanjang bulat seperti ini,” desisku.Sedangkan Jetro, dia selalu memakai pakaian leng
Última actualización : 2026-08-19 Leer más