“Akan aku tunjukkan seperti apa orang asing yang kamu katakan itu!” Arga hendak memeluk Anna paksa. Tapi Anna menolak pelukan itu. “Lepas! Jangan menyentuhku lagi!” Lalu, Arga pelan melepas Anna, napasnya berat. Rasanya kecewa dan nyeri saat ditolak istri. Tapi tangannya belum bisa melepaskan pergelangan tangan Anna. Dia menatapnya dalam. “Jelaskan padaku soal semua ini, Anna? Kenapa kamu pergi dan bersembunyi selama enam tahun ini?” Anna meronta, mencoba melepas pegangan erat tangannya. Dia menatap sesak wajah di depannya. Arga masih sama seperti dulu, dingin, keras kepala, egois. “Sakit, Arga,” cicit Anna. Arga sontak melepaskan pegangannya. Dia mengangkat tangannya tinggi, mundur setengah langkah, panik. “Maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu.” Anna langsung menarik tangannya, memegang bekas cengkeraman Arga yang memerah. “Sepertinya, tidak ada yang perlu aku jelaskan lagi. Aku pergi dan kita bercerai. Itu sudah sangat jelas. Dan kamu bisa hidup bahagia dengan Nadia, wanita
Read more