Nadia menegakkan tubuhnya, tersenyum sangat manis bak peri di depan mereka. “Oh, dokter Arga? Dia itu calon suami Tante dokter. Jadi, kalian ini pasti pasien dokter Arga yang tampan itu, kan? Hemm, tenang. Dokter Arga sangat hebat. Kan pacarnya Tante. Kalau nanti Om dokternya galak, bilang sama Tante dokter Nadia.” Yuna langsung mendelik lebar. Alarm bahaya di kepalanya berbunyi kencang. Dia paham kenapa Anna tidak membalas pesannya. Wanita itu pasti sedang panik, ketakutan, dan kemungkinan besar sedang berlari menuju rumah sakit ini. ‘Anna, anakmu dalam bahaya. Ternyata rumah sakit ini, bukan tempat mencari kesembuhan, tapi mencari penyakit untuk hidupmu dan dua anakmu, Anna. Bagaimana ini? Apa nenek lampir ini langsung aku bumi hanguskan?’ batin Yuna. Dia sangat ingat dengan cerita Anna, kalau ada wanita, seorang dokter yang menjadi calon istri Arga dulu. Dan bodohnya dia, tidak membaca nama tag nya tadi. ‘Ok, tahan diri Yuna. Lihat saja sejauh mana nenek Lampir ini mau beraksi
閱讀更多