LOGIN"Tiga miliar, layani aku! Tapi jangan berani hamil anakku!" Suara desahan Arga begitu jelas, sentuhan pria itu juga nyata. Hampir tiap malam Anna berada di bawah kungkungan pria dingin itu, tapi dia tak merasakan kehangatan sama sekali. "Dulu, dia tak mau aku hamil, sekarang dia menginginkan anak-anakku." Diperlakukan dingin oleh suami, dimanfaatkan oleh keluarga sendiri, dan direndahkan oleh mertua. Puncaknya, Anna hampir kehilangan janin di rahimnya akibat ulah cinta pertama sang suami. Di titik itulah, dia memilih pergi dengan meninggalkan surat cerai. Bagi Arga dan seluruh keluarganya, Anna sudah mati. Tapi, Anna kembali dengan membawa dua buah hati. Wanita yang mereka sangka telah terkubur itu datang dan membuat Arga dan keluarganya tercengang tak percaya. Anna datang bukan untuk mengemis cinta yang tidak pernah dia dapat sebelumnya, tapi untuk menuntut perceraian dan kebebasan bagi anak-anaknya. Tapi saat Anna menyodorkan surat gugatan cerai, Arga menolak. "Kembalilah padaku. Aku akan melindungimu dan anak-anak kita. Percayalah padaku kali ini, Anna. Kumohon." Saat luka masa lalu sudah terlanjur menganga, akankah kata maaf dan perlindungan terlambat dari Arga bisa meluluhkan hati Anna yang telah membeku? ~~ Ketika wanita mengungkap rasa, bukan lagi kata-kata yang ia pilih untuk menjelaskan luka, tapi akan berbalik dan melangkah pergi. Dia akan berhenti memaksakan diri untuk bertahan. ~~ Jangan lupa mampir ke I-G Othor -- Angsa Kecil/angsakecil88
View MoreUdara dingin Puncak malam itu terasa hangat oleh tawa riuh. Di halaman vila mewah milik Arga, lampu-lampu hias menggantung menerangi area memanggang. Bau harum daging panggang dan bumbu barbecue menyeruak membuat si kembar makin tak sabar. Kaisar dan Kayla berlarian di atas rumput hijau sambil tertawa lepas, melompat-lompat mengelilingi meja pembakaran. “Papa! Daging milik Kaisar jangan sampai gosong, ya!” seru Kaisar menunjuk daging potong di atas panggangan. “Milik Kayla juga, Papa! Kasih bumbu yang banyak supaya manis seperti Kayla!” timpal Kayla tak mau kalah sambil melempar senyum menggemaskan. Arga yang memegang penjepit daging hanya terkekeh pelan. Pria itu tampil santai dengan baju polos dan celana kasual, tapi aura dominan dan tampannya tetap memikat. “Tenang saja. Masakan Papa tidak pernah gagal.” Anna melangkah mendekat sambil membawa wadah berisi jagung bakar dan saus tambahan. Mengenakan sweter longgar. Lalu, berdiri di samping suaminya, menyapukan tisu halus ke dah
Di kediaman Atmaja. Hary dan Manda duduk di sofa melihat live pesta pernikahan Arga dan Anna. Acara megah itu sengaja ditayangkan secara eksklusif di salah satu kanal media sosial milik David. Manda menangis terisak, jemarinya meremas-remas ujung bajunya. “Lihat itu! Kamu puas sekarang? Ini semua gara-gara kamu yang terus keras kepala! Sampai kita tidak dapat undangan ke sana!” “Jangan menyalahkan aku! Arga yang anak durhaka! Dia yang memutus hubungan dan mempermalukan orang tuanya sendiri di depan publik! ”Hary langsung membentak, mukanya memerah menahan malu dan emosi. “Terus saja begitu! Salahkan orang lain terus!” potong Manda kesal, menyapu air matanya kasar. “Nanti kalau sudah tua, kita lihat siapa yang mau merawatmu! Kalau kamu terus membanggakan semua hartamu itu, jangan lupa simpan yang banyak dari sekarang untuk bayar panti jompo nanti! Aku sudah tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Aku mau pergi mendapatkan maaf dari Arga dan Anna!” “Jangan mimpi mereka akan p
Gelap! Ballroom itu mendadak gelap. Suara bisik-bisik panik dan seruan kaget bersahutan. Hanya dalam hitungan detik, lampu sorot utama kembali menyala terang benderang. Tepat di tengah-tengah karpet merah, berdiri sosok Regan dengan penampilan yang begitu sempurna dan menawan. Pria itu dibalut tuxedo berpotongan tegas, berdiri tegap memancarkan aura dingin, elegan, dan sangat dominan, hingga seketika menyedot seluruh perhatian di ruangan itu. Mata Anna membulat sempurna. “Regan?” bisiknya tak menyangka pria itu datang. Arga yang berdiri di sampingnya menyunggingkan senyum miring, lalu berbisik pelan tepat di dekat telinga Anna, “Aku sudah menyiapkan ambulans di luar kalau tiba-tiba pria itu pingsan.” Anna mendelik pelan lalu mencubit gemas pinggang suaminya, membuat Arga terkekeh tanpa suara. Regan melangkah maju, berdiri begitu tenang di bawah pendar lampu kristal. “Saat kamu mencintai seseorang, kamu dituntut untuk ikut merasakan apa yang dia rasakan. Saat wanita itu terlu
“Papa curang!” protes Kaisar mendongak, menatap Arga protes. “Kenapa cuma Mama yang dipeluk dan dikasih kata-kata manis? Kami kan juga mau!”Kayla ikut mengangguk cepat. “Iya! Kayla sama Kaisar kan ikut bantu Om David dan Tante Yuna pasang lampu. Kenapa Papa cuma bilang cinta sama Mama saja?”Anna tertawa kecil melihat tingkah kedua anak kembarnya, rasa haru di dadanya melebur menjadi kehangatan. Sementara Arga terkekeh pelan, menyunggingkan senyum khasnya lalu berlutut di hadapan Kaisar dan Kayla agar sejajar dengan tinggi mereka.Arga mengusap rambut Kaisar dengan jemari tegapnya. “Siapa bilang Papa cuma sayang Mama? Kamu itu jagoan Papa, Kaisar. Tugas kamu menjaga Mama dan Kayla kalau Papa lagi kerja.”Kaisar langsung tersenyum bangga, menepuk dadanya pelan. “Siap, Papa!”Kemudian Arga beralih menatap Kayla, mencubit lembut pipi putri kecilnya itu. “Dan untuk putri Papa yang paling cantik ini, kamu dan Mama adalah alasan Papa selalu mau cepat-cepat pulang ke rumah. Papa sayang kal
“Dokter Arga, IGD sedang kekurangan dokter. Ada pasien banyak kecelakaan. Mohon Anda segera datang ke ruangan. Karena juga ada anak kecil yang terluka akibat terkena pecahan kaca cukup dalam.”Arga menutup panggilan, lalu menyambar masker medis dan memakainya sambil berjalan cepat keluar dari ruang
Elara Art Studio. Tempat ini dibangun Anna dari nol. Sebuah bisnis level menengah di bidang seni lukis yang merangkak dari bawah. Untuk mengenalkan karyanya, Anna masih sering mengikuti pameran bersama, menitipkan lukisan di galeri seni, hingga mengambil proyek mural dan wall printing. Bangunan du
“Bu Anna, lain kali ajari anak Anda untuk bertindak benar. Jangan cari masalah. Anak saya jadi kena mental karena trofinya hancur. Selamat mencari sekolah baru.” Anna menatap tajam. “Mereka bukan anak haram. Dan merekalah pemenang yang sebenarnya. Hanya kalah dengan uang Anda! Lain kali, ajari ana
Pagi harinya, Arga baru kembali ke rumah dengan penampilan kusut, seperti tidak tidur semalaman. Dia melangkah cepat ke kamarnya, tapi saat memegang handle pintu, dia menahan sebentar. Saat ini dadanya sedang tak karuan dan banyak hal yang ingin dikatakan pada Anna. Masuk kamar, dan sangat yaki












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews