Suara desahan Arga begitu jelas, sentuhan pria itu juga nyata. Hampir tiap malam Anna berada di bawah kungkungan pria dingin itu, tapi dia tak merasakan kehangatan sama sekali. “Berapa harga tubuhmu saat melayani Arga selama ini? Ini, tiga ratus juta, kamu harus bercerai dan pergi dari hidup anakku.” Manda mendorong selembar cek di atas meja, lalu menyandarkan punggungnya dengan senyum kecut. Mata Anna menatap angka di kertas itu. Di bawah meja, jemarinya menggenggam lembar sonogram makin erat. Ada denyut kehidupan kecil yang baru saja dia ketahui, Arga juga belum mengetahuinya, dan kini niatnya ingin mengatakan hal ini, harus dia telan lagi. Tenggorokan Anna terasa kering. Dia sudah tahu Manda tidak pernah menyukainya, tapi tak menyangka wanita itu akan sejauh ini. “Calon istri Arga sudah kembali, dia seorang dokter hebat dan dari keluarga sepadan. Tidak sepertimu, hanya mantan manajer hotel kecil yang dipecat.” Anna mendongak, dadanya berdenyut. “Kamu itu cuma beban bu
Baca selengkapnya