Pandangan di hadapanku perlahan berubah menjadi lautan angka yang tak berujung. Awalnya hanya satu yang melayang di udara, lalu bertambah menjadi dua dan tak lama kemudian berjumlah puluhan. Dalam hitungan detik, seluruh dunia di sekitarku seakan dipenuhi oleh simbol-simbol yang melayang di atas kepala setiap orang yang berada di dekatku maupun jauh di belakang gerbang Benteng Waktu, termasuk Damar, Sera, Lira, bahkan para ilmuwan yang berdiri menonton dari kejauhan.Aku tidak langsung memahami arti dari apa yang kulihat. Namun, entah bagaimana, instingku memberitahuku bahwa angka-angka itu bukanlah ukuran kekuatan, tingkat kemampuan, maupun cadangan energi kehidupan, melainkan sisa waktu yang masih dimiliki seseorang untuk hidup—sisa umur, sisa kehidupan, sisa perjalanan yang masih diberikan takdir kepada mereka untuk dilalui.Untuk sesaat, jantungku terasa berhenti berdetak karena menyadari bahwa kemampuan ini jauh lebih mengerikan dibandingkan apa pun yang perna
Last Updated : 2026-09-08 Read more