Tok. Tok. Tok.Jam 12 malam. Dina bangun kaget. Arka masih merem, keringat dingin.Dina: "Mas?" Nggak jawab. Tidurnya kelelahan.Ketukan lagi. Lebih kenceng. Tok tok.Dina pegang sapu, ngintip dari jendela. Motor matic. Cewek pake jaket ojek online, helm full face. Nggak keliatan muka.Dina buka pintu dikit, rantainya masih kepasang. "Siapa?"Cewek itu buka helm. Rambut pendek sebahu. Mata... mata Alina banget. Tapi lebih dingin.Cewek: "Mbak Dina? Saya Rani. Fisioterapisnya Mas Arka."Dina kaku. Darahnya dingin. Pesan WA Alina siang tadi: "Tanya aja ke fisioterapis kamu besok kenapa dia tau semua jadwal Arka."Dina: "Jam 12 malam ngapain ke sini, Mbak?"Rani: "Saya mau ngaku. Saya adik Ratu. Saya yang nyuntik Mas Arka pake racun pelumpuh 3 hari sebelum dia ditusuk Alina. Maaf, Mbak."Dunia Dina berputar. Tangannya gemetar pegang sapu.Dina: "KAMU GILA?! KAMU YANG BIKIN MAS ARKA HAMPIR MATI?!"Arka kebangun. Dia liat Rani. Napasnya berat. "Kamu..."Rani masuk tanpa diizinin. Dia lepas
Dernière mise à jour : 2026-09-10 Read More