Sejak kejadian "kursi kanan" kemarin, Alina nggak keluar kamar seharian. Dina sempet ngerasa bersalah... 2 detik. Abis itu inget chat + foto dari Alina, langsung ilang rasa bersalahnya.Malam itu ada makan malam keluarga. Mama maksa Alina turun. "Jangan ngambek di kamar terus, Nak. Kamu tamu penting,"Alina turun dengan dress merah. Seksi, tapi elegan. Makeup tebal nutupin mata sembab. Senyumnya balik manis, tapi palsu."Selamat malam semuanya," sapa Alina. Ia sengaja duduk... di ujung meja. Jauh dari Arka. Korban banget vibes-nya.Arka nggak nengok. Ia fokus motong steak Dina jadi kecil-kecil. "Kegedean, susah dikunyah," bisiknya pelan cuma Dina yang denger.Dina salting. "Mas, aku bisa sendiri...""Tau," potong Arka datar. "Tapi saya mau,"Di ujung meja, Alina liat semua itu. Sendok di tangannya dipencet sampe putih.Setelah makan, Mama ngajak ngobrol di ruang tamu. Alina duduk paling deket sofa Arka. Dina duduk di kursi single, agak jauh.Obrolan muter ke masa lalu. Mama sengaja un
Dernière mise à jour : 2026-08-11 Read More