Suara Wandi makin melemah, tertutup isak tangis yang tertahan di kerongkongannya. Ia menyerahkan seluruh berkas yang dibawanya rekaman video pesta pernikahan, foto-foto kenangan, hingga bukti transfer uang yang masih tercetak rapi. Semuanya nyata, jelas, dan tak sanggup dibantah lagi. Selama bertahun-tahun, ia tak paham cara menggunakan hukum. Tak cukup uang pula untuk menyewa pengacara. Pernah melapor ke polisi, tapi jawabannya selalu sama: “Cuma masalah kabur setelah nikah, bukan kasus pidana berat. Belum ada yang bisa kami lakukan.” Orang tuanya jatuh sakit karena syok dan marah besar, tak sanggup berobat karena uang habis diserahkan sebagai mas kawin akhirnya berpulang selamanya. Semua karena Zara. Meski tak ada surat yang menulis Zara sebagai pembunuh, tapi hati semua orang tahu siapa penyebabnya. Amarah di dada Wandi sudah meluap sampai ke ubun-ubun kalau tak ditahan petugas, mungkin ia benar-benar akan menerjang ke arah Zara demi membalas dendam keluarga.
Last Updated : 2026-09-25 Read more