เข้าสู่ระบบDi negeri tempat hukum bisa dibeli dan keadilan hanya milik mereka yang berkuasa, muncul seorang pengacara yang tak pernah bermain sesuai aturan. Orang-orang memanggilnya Si Pengacara Gila. Bukan karena kehilangan akal, melainkan karena keberaniannya menyerang hakim korup, membongkar jaksa licik, dan menyeret para konglomerat ke meja hijau tanpa rasa takut. Bagi musuh-musuhnya, dia adalah mimpi buruk. Bagi para korban yang tak punya harapan, dia adalah kesempatan terakhir. Namun di balik setiap kemenangan, ada rahasia besar yang membuat seluruh sistem hukum ingin membungkamnya. Saat semua orang memilih diam, hanya satu orang yang cukup gila untuk melawan semuanya.
ดูเพิ่มเติม[Kasus Tuduhan Palsu MRT Dakarta]
Berita ini baru saja meledak di jagat maya, jadi topik hangat yang dibahas di mana-mana! Bimo lagi asyik main HP di dalam gerbong MRT, tiba-tiba dua cewek yang ngaku diri "Selebtoktok" datang tampar dia keras-keras. Mereka nuduh Bimo ambil foto sembarangan. Dengan sok berkuasa, si "Selebtoktok" sama petugas keamanan maksa minta diperiksa HP-nya, bahkan sampai buka paksa tas Bimo buat dicari-cari. Tapi setelah semuanya dibongkar dan hasilnya nihil, mereka malah pergi gitu aja tanpa satu kata maaf pun. Karena gak terima diperlakukan semena-mena, Bimo bawa masalah ini ke meja hijau. Dia nuntut permintaan maaf resmi sama ganti rugi atas tekanan batin yang dia rasain. Tapi apa balasannya? Si "Selebtoktok" malah balik nuntut! Mereka ngaku jadi korban cyberbullying, depresi, nolak minta maaf, dan malah minta Bimo yang bayar ganti rugi sama mereka! Dan yang bikin heboh, hakim yang tangani kasus ini cewek. Putusan sidang pertama pun keluar... Bimo kalah telak. Dia malah disuruh bayar ganti rugi biaya pengobatan dan tekanan mental buat si penuduh! "Dituduh motret sembarangan, mereka nyebar berita bohong di internet, gak mau minta maaf, tapi sekarang giliran gue yang harus bayar mereka? Atas dasar apa ini?!" ujar Bimo dengan nada emosi pas diwawancara. Dia bertekad bakal terus banding sampai ke Mahkamah Agung demi bela kebenaran. Yudha nutup layar HP-nya setelah selesai baca berita itu. Dia pengacara muda yang baru buka kantor sendiri. Udah setengah tahun lewat, tapi belum ada satu klien pun yang datang. Kantornya sepi banget. Padahal, di kehidupan sebelumnya, Yudha itu pengacara kelas kakap dengan rekor menang kasus nyaris 100%! Satu-satunya kasus yang gagal dia menangkan karena sebelum sidang dia kecelakaan ketabrak mobil. Begitu sadar, dia malah pindah raga. Pemilik tubuh aslinya juga cita-citanya mau jadi pengacara hebat seperti Hotman Paris, tapi realita berkata lain. Kantornya hampir bangkrut, uang bayar sewa bulan depan aja dia gak punya. Baru aja Yudha mau pasrah terima nasib, pintu kantornya diketuk keras. Bimo dateng minta tolong buat banding. "Pak Yudha! Tolong bantu saya, berapapun biayanya gak masalah! Saya mau dengar mereka berdua minta maaf sama saya!" "Emangnya boleh seenak udel nuduh orang mesum seenaknya? Kenapa mereka berhak nyita HP Saya? Kenapa satpam boleh seenak itu buka paksa tas saya cari kamera?" "Belum selesai di situ, mereka malah bikin video di TikTok dan nyebar di grup sekolah bahwa saya itu fotografer mesum! Sekarang satu sekolah mandang saya jijik semua!" "Saya bakal gugat mereka sama pihak MRT! Mereka harus tanggung jawab atas hancurnya nama baik saya Demiiii Tuhannnn!" seru Bimo. Dia cuma mau keadilan, kan? Gak boleh dong orang seenaknya fitnah orang lain cuma karena mau cari perhatian? "Ini uang 200 juta Rupiah. Saya gak tahu cukup apa belum. Uang gak masalah, yang penting mereka minta maaf! Kelakuan mereka itu menjijikkan banget!" Bimo sodorin amplop tebal. Yudha mengangguk tenang, "Ceritain detail kejadiannya, sama kasih saya salinan putusan pengadilannya." Maka berceritalah Bimo... Saat itu dia mau pulang sekolah, MRT lagi padat-padatnya. Dia berdiri sambil main HP, pas mau masukin HP ke saku, tiba-tiba Laras dan Tania dateng tampar dia terus teriak-teriak nuduh dia mesum! Suasana langsung ricuh. Orang-orang pada melotot. Mereka langsung nelpon polisi dan bikin ribut besar. Begitu sampai stasiun, petugas keamanan langsung kelilingi mereka. Laras rebut HP Bimo, dibuka satu-satu fotonya, nihil. Gak ada bukti apa-apa. Eh, Tania malah ngotot, "Pasti kameranya disembunyiin di dalem tas tuh!" Tanpa basa-basi, petugas langsung buka paksa tas Bimo buat diperiksa. Tetep aja gak ketemu apa-apa. Akhirnya polisi datang dan mediasi. Hasil mediasi sih harusnya mereka minta maaf. Tapi gimana maafnya? Mereka cuma basa-basi ngomong ke angin, muka jutek, terus pergi tanpa natap mata Bimo. Laras bahkan masih sempat-sempatnya nuduh foto di HP Bimo itu foto cewek, padahal itu cuma foto pemandangan biasa! Sesampainya di rumah, mereka berdua malah bikin konten video, nyerang Bimo di medsos, bikin opini publik hancur. Jadilah akhirnya kasus ini masuk pengadilan dan Bimo kalah inisiatif di putusan pertama. [Ding! Selamat Tuan telah mendapatkan Sistem Dewa Hukum!] [Misi Utama: Menangkan kasus ini di pengadilan.] [Hadiah Misi: Uang Tunai 200 Juta Rupiah.] [Paket Pemula sedang didistribusikan... Kemampuan analisis hukum dan penilaian kasus meningkat 300%!] [Skill 'Tangan Dewa' telah aktif: Bisa ekstrak bukti tersembunyi dari berkas kasus. Bisa dipake 3 kali sehari!] Suara sistem itu kedengeran jelas di kepala Yudha pas dia baru aja selesai paham seluruh kronologi kasus ini. Yudha santai aja. Dia udah paham banget cara kerja sistem kek gini. Jadi pengacara itu udah pasti cuan, apalagi jadi pengacara nomor satu di negara ini. Siapa sih yang bakal nolak duit banyak? "Oke, aku udah ngerti situasinya. Kasus ini aku tangani," kata Yudha datar. "Biaya perkaranya gak bakal sampe segini kok. Nanti biayanya bakal kita bebankan ke pihak lawan." "Pak Yudha, yang penting menang! Uang 200 juta itu anggap aja sumbangan buat perkembangan kantor Bapak! Saya cuma mau keadilan!" "Mereka injak-injak harga diri saya, bully saya di internet, hancurin hidup saya, tapi saya yang harus bayar ganti rugi? Kenapa dunia ini gak adil, Pak? Kenapa orang baik selalu yang rugi?" Bimo kelihatan sangat terpukul. Yudha mulai nyusun strategi. Kasus ini viral banget, komentarnya membelah tajam. Kalau dia bisa menangkan ini, bukan cuma dapat bonus 200 juta dari sistem, nama kantornya juga bakal langsung melambung tinggi! Di medsos, kasus [Tuduhan Palsu MRT] ini udah tembus puluhan juta views, netizen pada panas dingin. [Gila ya nasib orang, dituduh mesum eh malah disuruh bayar duit? Wkwk, dunia emang udah gila.] [Sifat asli 'Selebtoktok' ternyata busuk ya. Semoga ada pengacara keren yang bales dendam buat dia!] [Ada gak sih pengacara hebat yang mau bantu kakak ini? Kasian banget liatnya.] [Padahal gak ada bukti sama sekali, kok bisa-bisanya kalah? Logika mana yang dipake?] [Komentar hari ini kenapa pada aneh sih? Emang kalau cowok otomatis pasti mesum? Kenapa mereka gak dituntut karena fitnah?] [Wajahnya emang kelihatan mesum sih, jadi wajar kalau dicurigai.] [Gak tau terima kasih, main bully cewek aja. Emang banyak banget cowok brengsek sekarang.] [Pengen deh ada gerbong khusus cewek, males banget satu gerbong sama orang-orang mesum kek gini.] [Loh kok banyak cowok yang protes? Hakim kan udah putusin pasti dia salah. Gak usah bahas bukti, dari mukanya aja udah kelihatan orangnya kek apa.]INI BUKTINYA!!Bukti transaksi pribadi antara pengacara lawan, Rina Wijaya, dan dokter Hari Darsono!Sebagai seorang psikiater, tentu saja sangat mudah bagi Hari untuk mengeluarkan surat keterangan gangguan jiwa atau depresi berat. Di zaman sekarang, isu kesehatan mental sedang ramai dibicarakan, jadi siapa pun bisa dengan mudah mengaku sakit jiwa untuk lepas dari tanggung jawab.Dan bukti yang dilayangkan Yudha bagaikan bom nuklir yang meledak seketika!Siaran langsung yang ditonton ribuan orang langsung heboh! Komentar-komentar berjejalan membanjiri layar.[APA?? SERIUS??][GILA! JADI DEPRESINYA PALSU SEMUA?!][BISA GITU YA CARANYA? SURAT DOKTER BISA DIBELI GITU AJA?][JAHAT BANGET! JADI LARAS SAMA TANIA ITU CUMA BERAKTING YA? MEREKA YANG REKAM ORANG, TERUS NUDUH ORANG REKAM MEREKA, BIKIN THREAD FITNAH, PAS UDAH KETAHANAN LEMAH, LANGSUNG PAKE ALASAN SAKIT JIWA. JIJIK BANGET SI!][MEREKA HARUS DIHUKUM! GAK BISA DIAM AJA INI!][EMANG BOLEH ADA DOKTER KAYA GINI? KELUARIN SURAT PASTU SE
Begitu kalimat itu meluncur dari mulut Yudha, suasana di ruang sidang langsung berubah 180 derajat. Keributan pun tak terelakkan, apalagi di kolom komentar siaran langsung yang langsung meledak.[Hah? Seriusan?][Maksudnya gimana? Sertifikat depresinya palsu dong?!][Gila, tadi kan bilang udah diverifikasi dan asli? Kok bisa berubah gitu?][Wah, ada apa-apa nih ceritanya! Ada skandal besar kah?][Asiiik, makin seru nih! Kalau beneran mereka cuma pura-pura sakit, pasti bakal kocak banget endingnya!]Hakim Ketua Santoso menatap Yudha dengan wajah serius dan tatapan tajam, seolah ingin menelusuri isi pikiran pengacara muda itu.Di sisi lain, wajah Rina Wijaya, pengacara dari pihak lawan, langsung berubah pucat. Ekspresinya sempat terlihat panik dan bingung, tapi ia buru-buru menguasai diri dan berusaha tetap terlihat tenang.Nggak mungkin!Gimana caranya Yudha bisa tahu soal ini?Meskipun jantungnya rasanya mau copot, Rina tetap mempertahankan wajah datarnya."Pengacara penggugat," tegur
"Saya meminta Hakim Ketua untuk menghukum Laras dan Tania dengan hukuman penjara selama 7 tahun! Dijalankan segera!!"Suara Yudha menggelegar, memecah keheningan.Seketika itu juga, tepuk tangan meriah meledak di ruang sidang! Buktinya terlalu kuat dan tidak bisa dibantah!Fakta sudah sangat jelas: Video Bimo adalah bentuk pembelaan hak asasi yang wajar. Sedangkan Laras dan Tania? Mereka adalah pelaku utama fitnah dan cyberbullying yang sangat kejam!Bimo berdiri terpaku di tempatnya.'Pengacara gue ini beneran monster, ya? Dari cuma minta maaf, sekarang mau masukin mereka berdua ke penjara?'Di dalam hati Bimo memberikan jempol berkali-kali. 'Gokil! Luar biasa!'Ini pengacara magang? Bukan! Ini adalah pembawa keadilan yang siap menghancurkan kejahatan!TOK! TOK! TOK!Hakim Santoso mengetuk palu."Tertib! Pengacara Pembela, apakah masih memiliki pembelaan?"Wajah Hakim Santoso tampak sangat serius. Dia tidak menyangka di balik wajah cantik kedua wanita itu, tersimpan niat jahat yang b
Yudha melanjutkan dengan suara tegas dan tak tergoyahkan,"Bimo hanya menceritakan pengalaman yang dia alami. Apakah itu disebut melakukan pelecehan online? Ratusan ribu komentar yang menyerang itu adalah tulisan netizen lain. Apa hubungannya dengan Bimo?""Saya ingin bertanya pada pengacara lawan, apakah berbagi fakta dan pengalaman pribadi di media sosial sekarang sudah dikategorikan sebagai tindak pidana?"Pertanyaan logis Yudha sekali lagi membuat seluruh ruangan hening dan tak bisa membantah.Namun Rina Wijaya tetap berusaha memutarbalikkan logika,"Tapi dampak buruk yang dialami klien saya karena video itu adalah FAKTA! Mental mereka hancur, depresi berat! Itu tidak bisa disangkal! Jadi kalau Bimo tidak upload video, mereka tidak akan menderita! Maka Bimo harus bertanggung jawab!"Yudha tersenyum miring, lalu melontarkan serangkaian pertanyaan yang mematikan logika lawan."Pengacara lawan sedang mendistorsi konsep! Kalau logikanya begitu... Jika hari ini Pengacara Rina tidak sen
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.