Keesokan paginya...Sinar matahari menembus celah tirai ruang makan.Tidak ada aroma capcay.Tidak ada ayam goreng.Tidak ada secangkir kopi hangat yang biasanya selalu tersedia di atas meja.Alina hanya menyiapkan dua lembar roti panggang dan segelas susu untuk dirinya sendiri.Hari ini ia harus berangkat lebih pagi.Sebagai asisten pribadi James, ia tidak boleh terlambat.Tak lama kemudian...Darman turun dari lantai atas sambil merapikan dasinya.Begitu memasuki ruang makan, langkahnya langsung terhenti.Keningnya berkerut."Mana sarapannya?"Alina tetap mengoleskan selai ke atas rotinya.Tanpa menoleh, ia menjawab pelan."Hari ini aku tidak memasak."Darman menatap meja makan yang kosong."Kenapa kamu tidak memasak?"Baru kali ini Alina mengangkat wajahnya.Tatapannya tenang."Selama ini aku memasak hanya untuk diriku sendiri."Darman mengernyit."Maksudmu?""Kamu tidak pernah memakannya."Alina tersenyum tipis.Senyum yang terasa begitu pahit."Setiap pagi aku bangun lebih awal.
Dernière mise à jour : 2026-07-14 Read More