LOGINSelama tiga tahun pernikahan, Alina hidup dalam kesepian. Darman, pria yang menjadi suaminya, tidak pernah mencintainya, bahkan tak pernah menyentuhnya sekalipun. Hati Darman hanya milik Alisa—saudara kembar Alina yang seharusnya menjadi istrinya. Namun takdir berkata lain. Setelah Alisa meninggal dunia, Alina dipaksa menggantikan posisi saudara kembarnya karena wajah mereka yang sangat mirip. Sayangnya, kehadiran Alina tidak pernah mampu menggantikan Alisa di hati Darman. Tak hanya kehilangan cinta, Alina juga tidak pernah mendapatkan nafkah yang layak dari suaminya. Hingga pada tahun ketiga pernikahan mereka, Alina memutuskan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya sendiri. Takdir membawanya ke Andara Group, perusahaan tempat Darman bekerja. Di sana, Alina bertemu dengan James, pemilik Andara Group yang dikenal dingin, berkuasa, dan sulit didekati. Pertemuan yang awalnya biasa saja perlahan mengubah hidup Alina. Di saat Darman terus mengabaikannya, James justru menjadi orang yang melihat dan menghargai keberadaannya. Ketika cinta, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu mulai terungkap, mampukah Alina mempertahankan pernikahannya? Atau justru menemukan kebahagiaan bersama pria lain yang benar-benar mencintainya?
View MoreAlina menghela napas lega sambil merapikan dokumen yang berserakan di atas meja,setelah insiden tadi. "Pak, semua dokumen sudah saya susun." James mengangguk singkat. "Bagus." Carlos masuk membawa sebuah map berwarna hitam. "Pak James, kontrak dengan perusahaan Jepang sudah dikirim." James menerima map itu lalu membukanya sekilas. Beberapa detik kemudian, dahinya berkerut. "Kenapa?" Carlos ikut melihat. "Apakah ada yang salah, Pak?" James menutup map itu. "Dokumen ini harus diterjemahkan ke bahasa Inggris sebelum pukul lima sore." Carlos tampak panik. "Tapi penerjemah perusahaan sedang cuti, Pak." Ruangan mendadak hening. James menoleh kepada Alina. "Kamu bisa bahasa Inggris?" Alina tampak ragu. "Saya... sedikit bisa, Pak." "Saya ingin melihat kemampuanmu." Alina menelan ludah. "Baik, Pak." James menyerahkan map tersebut. "Dua jam." Alina membelalakkan mata. "Dua jam?" "Keberatan?" Alina menarik napas panjang. "Tidak, Pak." "Kalau begitu mulai sekarang."
James membuka pintu ruang VIP lebih dulu. "Silakan masuk." "Baik, Pak." Alina melangkah masuk sambil membawa tablet dan map berisi dokumen kerja. Di dalam ruangan telah duduk seorang wanita paruh baya berpenampilan elegan. Begitu melihat James, wanita itu langsung berdiri. "Pak James." James tersenyum tipis. "Maaf membuat Anda menunggu, Bu Vella." "Tidak masalah." Tatapan Bu Vella kemudian beralih kepada Alina. "Ini pasti asisten pribadi baru Anda?" James mengangguk. "Benar." "Perkenalkan." "Alina Zevanya." Alina segera membungkukkan badan dengan sopan. "Selamat siang, Bu Vella. Senang bertemu dengan Ibu." Bu Vella tersenyum ramah. "Anak yang sopan." James melirik Alina. "Kuenya." "Oh, baik, Pak." Alina segera membuka paper bag dari toko roti. "Ini butter cookies yang Ibu sukai." "Tadi saya juga memilih beberapa varian lain. Semoga cocok dengan selera Ibu." Bu Vella tampak terkejut. "Kamu yang memilih?" "Iya, Bu." "Wah..." Bu
Suasana lobi masih dipenuhi bisikan.Namun semuanya terhenti ketika Carlos bergegas menghampiri James."Pak."James menoleh."Ada apa?"Carlos menundukkan kepala."Seluruh klien sudah berada di ruang rapat."James mengangguk pelan.Lalu ia memandang seluruh karyawan yang masih berkumpul.Wajahnya berubah dingin."Carlos.""Ya, Pak.""Lima belas menit lagi.""Saya ingin seluruh kepala divisi, manajer, supervisor, dan seluruh karyawan yang sedang berada di gedung ini berkumpul di ruang rapat utama."Carlos sedikit terkejut."Rapat mendadak, Pak?""Benar.""Baik, Pak."Carlos segera pergi menyampaikan perintah tersebut.Tak sampai lima belas menit...Ruang rapat utama dipenuhi puluhan karyawan.Semua saling bertanya-tanya."Ada apa ya?""Tidak biasanya Pak James mengadakan rapat mendadak.""Jangan-jangan karena proyek baru."Di barisan belakang, Melinda melirik Darman dengan wajah cemas.Sementara Alina berdiri di samping meja presentasi sebagai asisten pribadi James.Tak lama kemudian..
Mobil hitam milik James berhenti tepat di depan gedung tempat pertemuan dengan klien.Begitu mesin dimatikan, Alina segera turun lebih dulu.Ia berjalan memutar menuju pintu belakang.Klik.Dengan penuh hormat, Alina membukakan pintu mobil."Silakan, Pak."James keluar dengan langkah tenang.Setelan jas hitam yang dikenakannya semakin memancarkan wibawa sebagai Presiden Direktur Andara Group.Namun...Bukan hanya James yang berhasil menarik perhatian.Semua mata justru perlahan beralih kepada wanita yang berdiri di sampingnya.Alina.Dengan blazer berwarna ivory yang pas membingkai tubuhnya, rambut soft curly yang tergerai anggun, serta riasan tipis yang menonjolkan kecantikan alaminya, penampilannya begitu memukau.Sesaat...Suasana di lobi menjadi hening."Astaga...""Itu siapa?""Dia cantik sekali.""Dia bukan model, kan?""Tunggu... bukankah itu asisten pribadi Pak James yang baru?""Benarkah? Kemarin aku hampir tidak mengenalinya.""Kalau sekarang auranya benar-benar berbeda."Be






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews