Sasha menelan ludah. Bingung untuk menanggapinya.Akhir-akhir ini, Isabel memang terlihat keberatan tiap Ludwig memberinya tugas baru. Sudah beberapa kali ia ingin protes ke Ludwig, tapi selalu berhasil ditahan Sasha. Sasha takut protes Isabel dapat memantik amarah Ludwig dan membuat pria itu mencabut kontrak kerjanya. Karena itu, ia harus menjawab pertanyaan ini dengan hati-hati.“Benar, Nona. Tapi, tugas baru ini hanya tugas ringan. Saya yakin bisa menyelesaikannya tanpa mengganggu tugas-tugas yang diberikan Nona Isabel,” jawab Sasha sungguh-sungguh. Berharap ucapannya ini dapat meyakinkan Isabel.Tapi, wajah Isabel justru tertekuk. Bibirnya mengerucut tidak senang. “Benarkah? Kalau memang berat untukmu, aku bisa mengatakannya ke Ludwig—”“Saya baik-baik saja, Nona. Anda tidak perlu khawatir.”Isabel menyipitkan matanya. Menatap lekat Sasha yang kini berkeringat dingin. Tak lama, wanita itu menghembuskan napasnya. “Baiklah, kalau kamu bilang begitu. Tapi, kalau kamu kewalahan, kab
Read more