Lisa melangkah cepat menuju ruang kerjanya. Staf yang bertugas di luar tersenyum menyapa. Lisa balas tersenyum tipis, rasa sakit di kepalanya masih sedikit terasa.Hana juga ada di sana, ia tersenyum lebar. Seolah semangat sekali menyambut atasannya, bergegas mengekor Lisa, tangannya menggenggam tablet. Ada yang hendak ia laporkan.Namun Lisa buru-buru menahannya. “Tidak sekarang, Hana. Ada yang harus saya bicarakan dengan Pak Juna terlebih dahulu.”Baiklah. Hana mengangguk paham, mengurungkan langkahnya. Matanya beralih menatap Juna, ia masih kesal dengan pria itu yang terang-terangan mengabaikannya.Bahkan sekarang pun pria itu tidak sedikitpun menoleh ke arahnya. Garis tegas wajah Juna tetap menatap lurus ke depan. Langkahnya tegap dengan ketukan yang terdengar berirama, mengikuti Lisa menuju ruang kerjanya.Dua orang staf yang bertugas di luar ruang kerja Lisa saling berbisik, tertawa kecil, mengagumi ketampanan Juna.“Cih, kalian tidak tahu saja betapa kasar dan mengesalkannya pr
Last Updated : 2026-08-10 Read more