Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu

Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-23
Oleh:  Olif SBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
8Bab
16Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Lisa mendapati suaminya berselingkuh pada malam perayaan keberhasilan bisnis keluarga mereka, tepat setelah Lisa berhasil membawa keluarga mereka berada di puncak kejayaan. Pada waktu yang sama, dia mendapati dirinya divonis akan segera meninggal. Menyadari selama ini dia hanya dimanfaatkan sebagai aset perusahaan dan usianya yang tidak lama lagi, Lisa berencana melepaskan diri dari ikatan pernikahan toxic tersebut dan mencari kebahagiaan untuk dirinya meski hanya sebentar. Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan Rey, seorang pria dingin yang tulus menolongnya. Tanpa sengaja benih cinta tumbuh di antara mereka dan Lisa dihadapkan dengan dua pilihan sulit. Apakah dia akan mati dengan membawa seluruh kenangan cintanya atau hidup dengan melupakan satu-satunya cinta dalam hidupnnya.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

“Kamu bilang sama sekali tidak mencintainya. Lantas mengapa kamu masih saja menahannya, Saka?”

Lisa menghentikan langkahnya, tangannya yang hendak mengetuk pintu kamar masih menggantung di udara. Telinganya mendengar sebuah suara familiar milik seorang wanita, dahinya mengernyit. Suara wanita itu terdengar aneh dan manja.

Namun, sebenarnya bukan itu yang membuat tubuh Lisa membeku. Melainkan nama suaminya baru saja dipanggil wanita itu.

“Lisa itu aset perusahaan yang paling berharga, sayang. Desainnya selalu menempati angka penjualan tertinggi. Bahkan koleksi musim dingin tahun lalu mampu menguasai pasar Eropa. Apalagi dia putri tunggal keluarga Wijaya, pebisnis paling berpengaruh di Asia. Aku tidak bodoh untuk melepasnya begitu saja.”

Kali ini suara seorang pria. Lisa tidak mungkin salah mengenali. Itu benar suara suaminya, Saka Adhitama. Pria itu terkekeh di akhir kalimatnya.

Lisa berdiri di depan pintu kamar. Dia tadi hendak mencari keberadaan suaminya. Malam ini Adhitama Group mengadakan pesta perayaan peluncuran cabang butik baru di Paris yang sukses besar. Suaminya itu malah menghilang di tengah pesta dan kakek menyuruh Lisa untuk mencarinya.

Dengan jantung berdegup kencang dan nafas tertahan, Lisa mendekatkan telinganya pada pintu kamar. Suara musik pesta dan riuh rendah tawa percakapan para tamu di bawah menyamarkan pendengarannya. Jemarinya mengepal erat.

“Jadi, selama ini kamu hanya memanfaatkannya?”

“Tentu saja. Tidak ada yang boleh memilikinya selain aku. Sulit untuk menemukan desainer berbakat sepertinya. Apalagi dia sangat mencintaiku. Jadi aku bisa memerasnya sesuka hati tanpa mengeluarkan banyak biaya.”

Dua orang itu tertawa lepas penuh kemenangan. Merasa telah berhasil membodohi Lisa.

Lisa tidak mampu menahannya lagi. Dia benar-benar marah. Hatinya hancur dan harga dirinya terluka. Suami yang sangat dia cintai hanya memanfaatkannya sebagai aset bisnis. Namun dia bukan gadis lemah yang menangis dan memohon dengan memelas. Lukanya menjelma menjadi amarah tak terbendung.

Tangannya terulur, bersiap untuk mendorong pintu kamar. Namun, kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Saka membuat Lisa kembali mengurungkan niatnya.

“Tiga bulan lagi kakek akan pensiun. Aku harus berhasil menggantikan posisinya sebagai ketua grup. Lisa dan keluarganya akan menjadi senjata yang kuat. Kami sedang merancang proyek pembangunan hotel mewah di ibu kota. Jika proyek ini berhasil, dewan direksi tidak perlu berpikir dua kali untuk mendukungku.”

Tidak tahan lagi, Lisa akhirnya membuka pintu itu dan membantingnya dengan keras.

Cklek! Brak!

Percakapan di dalam kamar seketika terhenti. Saka dan wanita itu serentak menatap ke arah pintu. Wajah mereka berubah pucat, tak menyangka Lisa tiba-tiba menerobos masuk.

“Kalian …” Lisa mematung begitu pintu kamar tamu terbuka.

Saka tengah memeluk seorang wanita di atas ranjang. Pria itu bertelanjang dada, sementara lengan gaun wanita itu melorot dari bahunya, tapi Lisa tak bisa melihat jelas siapa wanita itu karena posisinya yang membelakanginya dan rambutnya yang agak berantakan.

Selimut yang kusut itu bahkan hanya menutupi sebagian tubuh mereka, seolah buru-buru ditarik saat mendengar pintu dibuka.

Saka sontak melepas pelukan itu. Dan wanita itu pun tersentak, refleks meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.

Wajah Lisa yang semula dipenuhi amarah berubah menjadi semakin syok ketika berhasil melihat siapa wanita itu.

“Rika ….”

Mata Lisa membelalak, napasnya tercekat.

Wanita yang berselingkuh dengan Saka dan membodohinya ... ternyata Rika. Brand Ambassador perusahaan mereka. Selebritas terkenal yang direkrut Saka dua tahun lalu.

“Kak Lisa?” Rika ikut terkejut. Wajahnya langsung memucat.

“Lisa! Apa yang kamu lakukan, hah!” bentak Saka. Dia melangkah turun dari ranjang tanpa sedikit pun menunjukkan rasa bersalah.

Lisa mengalihkan tatapannya kepada Saka. Rasa syok di matanya perlahan berubah menjadi amarah yang membara.

“Apa yang aku lakukan?” Lisa tertawa pendek penuh ironi. “Bukankah seharusnya aku yang bertanya, Saka?”

Dia melangkah mendekat. Wajahnya seketika berubah, seolah semua emosinya telah menyatu.

“Kau!” Telunjuk Lisa teracung tepat di depan wajah Saka. “Dasar bajingan tidak tahu malu! Kau berselingkuh di rumah kita sendiri saat aku baru saja membuat nama perusahaanmu melejit di pasar internasional! Selama ini kau hanya memanfaatkanku untuk itu, hah! Saka … apa benar kau masih pantas disebut manusia?”

Rika buru-buru melangkah maju, berusaha meraih lengan Lisa setelah berhasil merapikan gaunnya yang berantakan.

“Kak Lisa, bukankah tidak sopan mengatai suamimu sendiri seperti itu? Lagipula Kakak salah paham. Kami di sini cuma mengobrol biasa.”

Lisa tertawa sinis.

“Tidak sopan?” ulang Lisa pelan. “Kau masih berani mengajariku soal sopan santun setelah tidur seranjang dengan suami orang? Dasar jalang murahan!”

Tatapannya menyapu tubuh Rika dan Saka dengan jijik.

“Lagipula, di mana ada orang mengobrol sambil bertelanjang dada, berpelukan di atas ranjang, lalu bersembunyi di balik selimut?” Lisa menggeleng pelan. “Apa kau benar-benar menganggapku sebodoh itu?”

Tatapannya berubah semakin tajam.

Wajah Rika seketika memucat. Bibirnya bergetar, lalu dia buru-buru mundur dan berlindung di belakang tubuh Saka.

“Saka ...” panggilnya lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Melihat Rika diperlakukan seperti itu, rahang Saka mengeras. Tatapannya berubah tajam saat menatap Lisa.

“Lisa! Jaga ucapanmu. Kau melukainya!” bentak Saka.

Lisa tertawa pendek. Tawanya terdengar dingin dan penuh ejekan.

“Melukainya?” ulang Lisa. “Jadi sekarang kau membelanya?”

Tatapannya beralih kepada Rika. Mata yang dulu menatapnya dengan kagum, kini hanya menyisakan rasa jijik.

“Sudah cukup, Lisa!” bentak Saka. “Jaga ucapanmu pada Rika.”

“Hah! Aku benar-benar tidak tahan melihat kalian.” Lisa mendengus frustrasi, menatap serius wajah marah Saka. “Tak perlu bersembunyi lagi. Bukankah kau menyukainya? Nikahi saja dia! Aku akan menggugat cerai sekarang juga. Dan jangan harap bisa terus-terusan memanfaatkanku!”

Lisa membalikkan badan tanpa menunggu jawaban Saka.

“Lisa, berhenti! Kau akan menyesal jika melangkah keluar dari pintu tanpa izinku!”

Lisa tak menghiraukan teriakan Saka, dia tetap melangkah keluar. Tapi tiba-tiba langkahnya tertahan. Sebuah tangan mencengkeram rambutnya dengan kasar. Menariknya ke belakang. 

“Aww ... aduh,” rintihnya.

“Dasar wanita tak tahu diuntung! Berani-beraninya kau menghinaku, hah?!” Saka kalap, tidak mampu mengendalikan amarahnya. Dengan kuat dia melemparkan tubuh kecil Lisa ke belakang.

Bruk!

Tubuh Lisa terlempar. Dia kesulitan menjaga keseimbangan. Tulang ekornya menghantam keras ujung sofa. Badannya limbung dan jatuh berdebam di lantai. Kepalanya membentur lantai marmer dengan keras.

Lisa merasakan darah membasahi kepalanya. Kepalanya terasa pening.

Di ambang batas kesadarannya, samar-samar Lisa masih sempat melihat sepasang mata elang menatapnya dari luar kamar. Tanpa mereka sadari, ada orang lain di sana, seseorang yang tidak sengaja menyaksikan kejadian malam ini. Pandangan Lisa meredup hingga akhirnya kehilangan kesadarannya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status